Kabinet Jokowi
Demokrat Ungkit Kembali Status Prabowo Subianto yang Sebelumnya Jadi Capres: Sebenarnya Serasa Mimpi
Anggota DPR fraksi Demokrat, Syarief Hasan sempat mengungkit status Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yang sebelumnya menjadi Calon Presiden.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Jadi saudara Prabowo ini kan spesialis calon Presiden dan Wakil Presiden tapi masih mau dengan rendah hati, tapi kami sedang mengidentifikasi masalah tentunya kami memberikan apresiasi yang tinggi atas statement itu," puji Syarief Hasan.
• Anggota DPR Fraksi PDIP Puji Prabowo Subianto karena Hal Ini, Minta Peserta Rapat Beri Tepuk Tangan
Lihat videonya mulai menit ke 1:09:18
Selain Syarief Hasan, pujian juga datang dari Anggota DPR fraksi PDIP, T.B. Hasanuddin.
TB Hasanuddin memuji langkah Prabowo Subianto yang menilai bahwa pertahanan tak kalah pentingnya dengan membangun infrastruktur.
"Saya menyatakan rasa hormat yang setinggi-tingginya ketika Pak Menhan mengatakan sia-sia kita membangun negeri ini kalau kita tidak bisa mempertahannkannya," ucap Hasanuddin seperti dikutip TribunWow.com dari channel YouTube Kompas TV.
Bahkan saking kagum dengan Prabowo Subianto, Hasanudin sampai meminta anggota DPR yang lain untuk memberikan apresiasi pada Prabowo Subianto.
"Itu patriot sejati menurut saya, boleh tepuk tangan dong," ujar Hasanudin.
Menurutnya, visi-misi Prabowo Subianto juga sudah sesuai Undang-Undang Dasar 1945.
"Kemudian doktrin yang bapak sampaikan, doktrin pertahanan rakyat semesta menurut hemat kami juga sudah sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945," ujarnya.
Terkait masalah anggaran yang sempat diperdebatkan mau dibicarakan di depan publik atau tidak, Hassanudin setuju dengan Prabowo Subianto yang lebih memilih membicarakannya secara tertutup.
"Soal proyeksi anggaran karena ini rahasia, barangkali kita diskusikan jadi untuk 2019 sampai 2024 itu sekian kita baca dan itu tertutup saja," katanya.
• Soal Anggaran, Prabowo Subianto: Kalau Saya Ditekan untuk Terbuka, Tak akan Saya Lakukan, Maaf
Kakak dari Jaksa Agung ST Burhanuddin ini lantas merasa bahwa wajar Kementerian Pertahanan mendapat anggaran cukup besar.
Pasalnya, Pertahanan merupapkan hal penting dalam berdirinya negara.
"Tapi izinkan saya menyampaikan dulu sebuah sekedar informasi saja bahwa anggaran di dalam pertahanan itu selalu sama, berbasis kinerja."
"Tapi kalau dalam pertahanan, berbasis ancaman, atau biasa dengan hakikat ancaman," ujar Hasanuddin.
• Anggota DPR PDIP Paksa Prabowo Subianto Blak-blakan soal Anggaran, Adian Napitupulu Turun Tangan
Menurutnya, jika ancaman besar maka seharusnya anggaran juga makin besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/prabowo-rapat-komis.jpg)