Kabar Tokoh
Isi Pesan Prabowo Subianto yang Disebut Minta Kadernya untuk Kritisi Anies Baswedan
Anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra M Syarief membeberkan soal isi pesan dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada kadernya.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Rekarinta Vintoko
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Dahnil membantah bahwa pesan tersebut dikhususkan untuk Anies Baswedan.
"Tidak spesifik ke kebijakan Anies (Gubernur DKI Jakarta)," kata Dahnil saat dihubungi Kompas.com, Selasa (29/10/2019).
Namun, Dahnil mengatakan bahwa pesan tersebut ditujukan untuk semua kader Gerindra.
"Jadi bukan hanya kepada anggota DPRD DKI, tetapi kepada seluruh anggota parlemen Gerindra di Indonesia, termasuk anggota DPR. Karena memang tugas dari DPR adalah melakukan kontrol dan memastikan kebijakan eksekutif berpihak kepada rakyat," ujar Dahnil.
Tanggapan Pengamat Politik
Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal youtube tvOneNews, Kamis (7/11/2019), Pengamat Politik Muhammad Tri Andika mengatakan Anies Baswedan merupakan satu diantara beberapa kandidat yang cukup potensial untuk maju menjadi presiden di 2024.
Andika mengatakan pernyataan Prabowo diduga lantaran dirinya merasa tidak aman dengan kehadiran Anies Baswedan yang saat ini nampak sedang mendekati Nasdem.
"Pernyataan Pak Prabowo juga bentuk ketidaknyamanan dari manuver politik Pak Anies Baswedan, yang kerap aktif menjalin hubungan politik dengan Nasdem," kata dia.
• Kisruh APBD DKI, Politisi PSI Tanggapi Beda Anies Baswedan dan Ahok: Kalau Duit, Langsung Tutup
Menurutnya, Prabowo yang diduga akan maju kembali, menganggap Anies Baswedan adalah ancaman untuk menjadi presiden di 2024.
"Ini tentu tidak membuat Pak Prabowo nyaman, yang konon katanya masih ada agenda untuk maju kembali," katanya.
Ia kemudian juga membahas soal Sandiaga Uno yang sudah kembali ke Gerindra dan memiliki agenda untuk maju kembali.
"Dan Pak Sandiaga Uno yang sudah kembali ke Gerindra juga memiliki agenda yang sama," jelasnya.
Andika juga membahas kosongnya kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Langkah Anies Baswedan yang tidak mengisi kekosongan tersebut, memberi kesan seolah-olah Anies Baswedan tidak ingin ada saingan di Jakarta.
Kekosongan tersebut juga karena ia menduga Anies Baswedan tidak bisa diterima di partai manapun.
"Berikutnya tidak terlepas dari faktor kursi Wagub yang saat ini masih belum terisi," jelasnya.