Polemik APBD DKI 2020
Merasa Aneh Baru 2 Bulan Kerja Temukan Lem Aibon Rp 82 Miliar, William: Tiba-tiba Langsung Dihajar
Anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana merasa aneh dirinya dan menemukan kejanggalan anggaran, ia merasa akan terus menemukan temuan baru
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
"Ini periode pertama kan, baru dua bulan jadi anggota DPRD DKI," jelasnya.
Baru saja menjabat, William bercerita dirinya langsung dihadapkan pembahasan anggaran yang begitu banyak.
"Tiba-tiba langsung dihajar untuk membahas anggaran yang begitu banyak," kata dia.
William kemudian menjelaskan pada awal dua bulan masuk ia sudah menemukan anggaran yang aneh-aneh.
Ia merasa dirinya akan semakin menemukan banyak temuan di bulan-bulan ke depannya.
"Terus ketemu yang aneh-aneh begini, semakin merasa kok baru dua bulan saja sudah nemu yang aneh-aneh gini. Apalagi nanti, apa yang akan terjadi," terangnya.
• Enggan Ungkap Cacat Sistem Anggaran Era Ahok ke Publik, Anies Tegaskan Dirinya Tak Ingin Cekcok
Video dapat dilihat mulai dari menit 6.18:
PSI Temukan Anggaran Janggal
Anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana membeberkan kejanggalan-kejanggalan terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta, pada video live yang ditayangkan di akun Facebook Partai Solidaritas Indonesia.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut menemukan empat temuan tentang pembelanjaan barang yang harganya diatas rata-rata.
Dikutip dari akun Facebook Partai Solidaritas Indonesia, berikut ini adalah temuan yang ditemukan oleh William.
1. Anggaran Lem Aibon Rp 82,8 Miliar
Dikutip dari tayangan langsung yang diunggah akun Facebook Partai Solidaritas Indonesia, Rabu (30/10/2019) saat membeberkan data-data yang ia miliki terkait APBD DKI Jakarta, dirinya memulai dengan membahas pengadaan lem Aibon
"Jadi seperti yang sudah viral kemarin malam, pertama kami menemukan pengadaan lem Aibon oleh Suku Dinas Pendidikan wilayah 1 Kota Jakarta Barat,
nama kegiatannya adalah penyediaan biaya operasional pendidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN)," ujar William di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Ia menambahkan biaya yang dipakai untuk pengadaan lem Aibon tersebut adalah Rp 82,8 miliar untuk 37.500 orang