Breaking News:

Terkini Daerah

Kisah Refi dan Pian, Dua Bocah Asal Indramayu yang Hidup Susah setelah Ditelantarkan sang Ibu

Dua bocah asal Indramayu mengalami nasib tragis setelah ditelantarkan ibu kandungnya. Berikut ini kisah lengkapnya.

Tribun Cirebon.com/Handhika Rahman
Pamit Beli Sabun ke Warung, Ibu Ini Kabur ke Pelukan Pacar Tinggalkan 4 Anaknya Kelaparan Hingga Alami Gizi Buruk dan Lumpuh 

Donasi pun datang dari berbagai pihak.

"Alhamdulillah banyak yang mau nolong," ujar dia.

Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, rumah gubuk yang kakak beradik itu tempati lebih mirip seperti gudang. Kondisinya sangat sempit dan nyaris roboh.

Saat melihat ke dalam rumah, banyak barang berserakan.

Rumah itu juga tanpa ruangan.

Semua barang ditumpukan di tengah rumah.

Ada sebuah kasur yang kondisinya sudah sangat kumel.

Di kasur itu mereka berempat biasa tidur bersama.

Kondisi rumah yang tidak terdapat celah cahaya juga menimbulkan aroma tidak sedap dari dalam ruangan.

Karmila menyampaikan, uang dari donasi itu, akan ia pergunakan untuk merenovasi rumah mereka lengkap dengan seiisi rumah.

Novel Baswedan Tanggapi Laporan Dewi Tanjung: Saya Khawatir Dia Ngerjain Polisi

Saat ino renovasi rumah sudah mulai dilakukan.

Uang donasi itu juga akan diperuntukan untuk biaya hidup mereka.

"Ini murni donasi dari Komunitas Indonsia Memberi dan Sayap Hati," ucap dia.

Beragam bantuan seperti sembako dan kebutuhan lain juga berdatangan dari banyak pihak seperti Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, pemerintah desa dan kecamatan Kandanghaur, Koramil 1616/Kandanghaur, serta masih banyak lagi.

Diberitakan sebelumnya, kisah Refi (14) dan Pian (7) yang tinggal di sebuah gubuk berukuran sekitar 3x6 meter mendadak viral di jejaring media sosial.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Tags:
IndramayuJawa BaratKisah nyata
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved