Terkini Daerah
Kisah Refi dan Pian, Dua Bocah Asal Indramayu yang Hidup Susah setelah Ditelantarkan sang Ibu
Dua bocah asal Indramayu mengalami nasib tragis setelah ditelantarkan ibu kandungnya. Berikut ini kisah lengkapnya.
Editor: Rekarinta Vintoko
Donasi pun datang dari berbagai pihak.
"Alhamdulillah banyak yang mau nolong," ujar dia.
Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, rumah gubuk yang kakak beradik itu tempati lebih mirip seperti gudang. Kondisinya sangat sempit dan nyaris roboh.
Saat melihat ke dalam rumah, banyak barang berserakan.
Rumah itu juga tanpa ruangan.
Semua barang ditumpukan di tengah rumah.
Ada sebuah kasur yang kondisinya sudah sangat kumel.
Di kasur itu mereka berempat biasa tidur bersama.
Kondisi rumah yang tidak terdapat celah cahaya juga menimbulkan aroma tidak sedap dari dalam ruangan.
Karmila menyampaikan, uang dari donasi itu, akan ia pergunakan untuk merenovasi rumah mereka lengkap dengan seiisi rumah.
• Novel Baswedan Tanggapi Laporan Dewi Tanjung: Saya Khawatir Dia Ngerjain Polisi
Saat ino renovasi rumah sudah mulai dilakukan.
Uang donasi itu juga akan diperuntukan untuk biaya hidup mereka.
"Ini murni donasi dari Komunitas Indonsia Memberi dan Sayap Hati," ucap dia.
Beragam bantuan seperti sembako dan kebutuhan lain juga berdatangan dari banyak pihak seperti Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, pemerintah desa dan kecamatan Kandanghaur, Koramil 1616/Kandanghaur, serta masih banyak lagi.
Diberitakan sebelumnya, kisah Refi (14) dan Pian (7) yang tinggal di sebuah gubuk berukuran sekitar 3x6 meter mendadak viral di jejaring media sosial.