Liga 1
Bek Persib Bandung Fabiano Beltrame Resmi Jadi WNI, Lihat Videonya saat Nyanyikan Indonesia Raya
Setelah lama terkatung-katung, bek Persib Bandung Fabiano Beltrame akhirnya resmi menyandang sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Robert Alberts bahkan tidak mempermasalahkan umur dari Fabiano Beltrame.
• Persib Bandung Vs PSIS Semarang, Supardi Ungkap Ambisinya Lawan Mahesa Jenar: Jangan Over Confident
Diketahui saat ini Fabiano Beltrame sudah menginjak usia 37 tahun dan akan berjalan 38 tahun pada musim depan.
"Jika Fabiano masih berhasrat untuk kembali ke Persib Bandung, saya akan memberikan satu tempat untuknya. Karena dia menunjukan kualitas yang bagus dan profesionalitas yang fantastis, dia juga punya kepribadian yang bagus untuk tim," ujar Robert Alberts, Selasa (17/9/2019), dikutip TribunWow.com dari Vikingpersib.co.id.
"Meskipun usianya sudah 38 tahun depan, tetapi dengan kategori pemain Indonesia, saya akan memberikan dia tempat," sambungnya.
Namun jika Fabiano belum juga berganti kewarganegaraan atau masih berstatus pemain asing, maka Robert Alberts tidak memberikan tempat baginya.
Meski begitu, Robert Alberts merasa kecewa dengan situasi yang dialami oleh Fabiano Beltrame.
"Tapi jika dia datang dengan status pemain asing di usia 38 tahun, maka saya tidak akan memberikannya tempat. Karena kami ingin membentuk tim untuk masa depan. Tapi tentu saya sangat kecewa terhadap situasi Fabiano," pungkasnya.
• Persib Bandung Vs PSIS Semarang, Banur Waspadai Gaya Permainan Pangeran Biru yang Mirip Klub Eropa
Kemenpora Perketat Proses Naturalisasi
Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S. Dewabroto menjelaskan Kemenpora mulai saat ini akan memperketat stadarisasi naturalisasi pemain asing.
Pertimbangannya utamanya adalah pemain yang nantinya bisa kontribusi untuk Timnas Indonesia.
Tidak hanya itu, pemain ataupun atlet yang ingin mengajukan naturalisasi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) harus dilihat dari apsek umur.
Buruknya penampilan Timnas Indonesia di babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 juga dinilai tidak terlepas dari banyaknya pemain naturalisasi yang sudah berusia tidak muda lagi.
"Kami harus hati-hati karena masalah naturalisasi ini sensitif sekali, karena bila terlalu sering pemerintah akan disalahkan. Tetapi kalau terlambat juga akan disalahkan juga. Kami harus pintar-pintar mencari waktu,"ujar Gatot, Selasa (22/10/2019), dikutip TribunWow.com dari Bobotoh.id.
"Berkaca dari Timnas Indonesia yang babak belur saat kualifikasi (PPD) karena 45% pemain naturalisasi sudah berusia lanjut," tutup Gatot.
(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)