Polemik APBD DKI 2020
Anies Baswedan Puji Pejabat DKI yang Mundur terkait APBD DKI 2020: Ini Sikap Ksatria, Terhormat
Gubernur DKI Jakarta tanggapi mundurnya Kepala Bappeda DKI Jakarta di tengah kisruh APBD DKI 2020
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Kisruh APBD DKI 2020 membuat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Sri Mahendra Satria Wirawan mundur dari jabatannya.
Dikutip dari tayangan Kompas Petang di Kompas TV, Sabtu (02/11/2019), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi pujian pada Mahendra.
"Ini adalah sikap ksatria, sikap terhormat mengambil tanggung jawab meskipun sebetulnya pengisian itu sendiri dilakukan oleh banyak orang, tapi semuanya ada di Bappeda," ujar Anies.

Anies mengatakan, Mahendra mundur karena merasa situasi yang terjadi di Bappeda merupakan bagian dari tanggung jawabnya, karena itu ia memilih orang lain yang bisa menyelesaikannya.
• Soal Anggaran Janggal APBD DKI 2020, Anies Baswedan: Yang Kerja Asal Masuk Data akan Kami Periksa
Sebelumnya diberitakan, ada dua orang pejabat Pemprov DKI yang mundur di tengah gaduh APBD DKI 2020 ini.
Mereka adalah Kepala Bappeda Sri Mahendra Satria Wirawan dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Edy Junaedi.
Edy mundur tak lama setelah heboh anggaran Rp 5 miliar untuk influencer guna promosi pariwisata.
Namun, hal ini dibantah oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir.
Ia mengatakan pengunduran diri Edy tersebut tidak terkait anggaran Rp 5 miliar tersebut.
"Tidaklah, tidak ada kaitan ke situ (anggaran influencer). Dia mau mengundurkan diri saja, mengundurkan diri atas permintaan sendiri," kata Chaidir
Hal ini juga diperkuat pernyataan Anies yang mengonfirmasi mengenai mundurnya Edy Junaedi bukan terkait APBD ini.
"Kalau yang satunya (Edy) tidak ada urusannya sama sekali dengan APBD, yang bersangkutan belum melaporkan apa-apa," ucap Anies.
Dikutip dari Kompas.com, Sabtu (2/11/2019), Edy Junaedi mundur per tanggal 31 Oktober 2019, sementara Sri Mahendra mengumumkan kemundurannya pada 1 November 2019.
• Di Tengah Polemik APBD DKI Jakarta 2020, 2 Pejabat Pemprov Pilih Mundur, Anies: Perlu Dihargai
Mahendra beralasan kemundurannya ini agar dapat meningkatkan kinerja Bappeda.
"Seperti kita ketahui, situasi dan kondisi yang terjadi saat ini yang membutuhkan tentunya kinerja Bappeda yang lebih baik lagi. Saya mengajukan permohonan untuk mengundurkan diri," ujar Mahendra di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (1/11/2019).