Kabinet Jokowi
Soal Prabowo Jadi Menteri, PKS Singgung Kesalahan Pikir hingga Didebat M Qadari: Curcol Tak Masuk?
Mardani Ali Sera menyinggung kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Prabowo Subianto menjadi menteri Kabinet Indonesia Maju.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Ananda Putri Octaviani
"Bahkan Beliau (Jokowi) mengatakan 300 orang yang dimajukan (jadi menteri)," kata Mardani.
Di tengah pembicaraan tersebut, Qadari kembali menyela.
"Menurut saya kelihatan sedikit pak, PKS tidak dimasukkan," sahut Qadari.
"Kalau beda kepemimpinan, PKS sudah di dalam (koalisi) dan menterinya Mardani Ali Sera."
Terkait pernyataan Qadari, Mardani menyebut PKS ingin menjadi penyeimbang.
Untuk itu, hingga kini PKS masih tetap beroposisi.
• Komentari Prabowo Jadi Menteri, Rocky Gerung Coba Bayangkan Jadi Relawan Jokowi: Jadi Dangkal
• Tanggapan Santai Jokowi soal Surya Paloh yang Kunjungi Presiden PKS: Mungkin Gak Gitu Kangen Saya
"PKS dari awal kan ingin jadi penyeimbang, sehingga demokrasi ini perlu sehat," ujar Mardani.
Ia lantas mengutarakan pendapat terkait Prabowo yang kini menjadi menteri.
"Nah, justru khusus untuk kasus ini ada kesalahan berpikir," kata Mardani.
"Dianggapnya dengan menarik Pak Prabowo, saya tetap menghargai beliau, masalah selesai."
Ia lantas menyinggung tentang fungsi oposisi dalam pemerintah.
"Justru sehatnya biarkan ada oposisi yang kuat utuk mengontrol pemerintah yang kuat, sehingga akan ada diskursus yang sehat di publik, tesa antitesa (jadi) sintesa," ucapnya.
Qadari kembali memotong pembicaraan Mardani.
"Ini curcol yang enggak masuk koalisi?," tanya Qadari.
"Tidak curcol, kami merasa perlu ada etika dan moral dalam demokrasi kita," jawab Mardani.