Liga 1
Stadion Gelora Bung Tomo Dirusak Suporter, Gubernur Jatim Singgung Piala Dunia U-20: Malu Rek
Gubernur Jawa Timur, Khofifah mengaku sedih atas kericuhan yang terjadi pada laga Persebaya Surabaya vs PSS Sleman. Ingatkan Piala Dunia U-20 2021
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
Persebaya Tak Hadiri Konferensi Pers seusai Laga
Akibat kerusuhan yang tidak bisa dikendalikan oleh pihak keamanan, membuat Persebaya tak menghadiri sesi konferensi pers sesuai laga.
Semua pemain dan juga tim Persebaya dikabarkan langsung pulang dengan menggunakan kendaraan taktis (rantis).
Media Officer Persebaya Surabaya, Nanang Prianto menjelaskan sanksi yang akan diterima setelah laga melawan PSS Sleman.
"Informasinya seperti itu (naik rantis)," kata Nanang, Selasa (29/10/2019).
"Alasannya tidak tahu tapi semua tim sudah dibawa polisi, saya belum berkomunikasi," tambahnya.
Tidak menghadiri konferensi pers, Persebaya Surabaya sudah menyalahi aturan dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).
• Klasemen Sementara Liga 1 2019 setelah Persebaya Surabaya Kalah 2-3 dari PSS Sleman
Persebaya Surabaya terancam sanksi sebesar 15 juta rupiah, sesuai pasal 38 regulasi dari PT LIB.
“Ya kalau kena sanksi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Sudah ada regulasi dari PSSI, nanti akan menjalani itu,” kata Nanang.
Meskipun demikian, Nanang berharap sanksi yang diberikan kepada Persebaya Surabaya tak begitu berat.
Nanang tak ingin sanksi yang akan diterima, harus membuat Persebaya Surabaya melakoni laga di luar markas mereka.
Nanang menambahkan bahwa Persebaya Surabaya ingin bangkit di Stadion Gelora Bung Tomo.
"Kami berharap tidak begitu. Intinya kami pasti berharap bisa main di sini, bisa bangkit di sini," kata Nanang.
"Tapi ya soal sanksi domainnya Komdis dan PSSI. Kami menunggu. Pastinya Kamis depan keluarnya," imbuhnya.
(TribunWow/Elfan Nugroho/Khistian)
WOW TODAY:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/kericuhan-setelah-pertandingan-persebaya-surabaya-2-3-pss-sleman-di-pekan-ke-25-liga-1-20.jpg)