Kabinet Jokowi
Di ILC, Debat Terjadi antara Ketua PA 212 Haikal Hassan dan Ali Ngabalin, Karni Ilyas 'Turun Tangan'
Pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC) Karni Ilyas ikut 'turut tangan' menghadapi perdebatan Haikal Hassan dan Ali Ngabalin.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Ini sebuah fakta, ini artinya apa Indonesia yang dari Sabang sampai Merauke dengan ras, kultur yang berbeda-beda, agama yang berbeda-beda, tapi diberikan tempat."
"Tempat artinya apa kita sebagai umat Islam yang mayoritas, presidennya Islam, menterinya Islam dan lain-lain memperhatikan berbagai kultur di Indonesia," katanya.
Sehingga, Ali Ngabalin menegaskan bahwa Jokowi sangat memperhatikan masalah itu.
"Makanya berulang-ulang kami bilang Presiden Joko Widodo memperhatikan kerja sama apa, kerja sama hubungan antara orang Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu lain-lain."
"Apa yang mau saya bilang dari situ, ternyata dari hasil penelitian itu, Indonesia adalah satu-satunya agama apa saja boleh hidup yang diakuin oleh negara, suku apapun hidup di sini menjadi bagian tempat terbaik," ungkap dia.
Lantas, Ali Ngabalin menilai Indonesia surganya multikulturalisme.
"Makanya kita bilang, Indonesia itu merupakan satu bagian patahan surga yang sengaja Tuhan jatuhkan di Asia untuk seluruh orang kehidupan beragama di negeri ini. Seluruh kultur di sini, maka kita perlu Pancasila," ucap pria asal Fakfak ini.
• Ganjar Pranowo Akui Siap Bantu Santri yang Ramal Prabowo Jadi Menteri: Kita Punya Beasiswa Banyak
Mendengar itu, Haikal Hassan lantas membantah bahwa keharmonisan antar umat bukan jasa Jokowi.
Sudah sejak dahulu, Indonesia sudah hidup damai dalam perbedaan, bahkan sejak era Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto.
"Ya, ya itu bukan jasa Jokowi pak, dari jaman Pak Harto juga begitu, semua gitu, Pak SBY juga begitu," kata Haikal Hassan.
Sementara itu, Karni Ilyas sebagai moderator memberikan peringatan pada mereka berdua agar tidak terjadi perdebatan lebih panjang.
Ia juga sempat memperbaiki kata-kata Haikal Hassan bahwa kedamaian di Indonesia meski dalam perbedaan sudah terjadi sejak 1945 atau Tahun Kemerdekaan.
"Saya kira cukup," kata Karni Ilyas.
Lantas, mereka baik Haikal Hasan maupun Ali Ngabalin tampak menurunkan mikrophonenya dan tidak melanjutkan perdebatan.
Lihat videonya sejak menit ke- 5:11:
(TribunWow.com/Mariah Gipty/Jayanti Tri Utami)