Kabinet Jokowi

Soal Pemintan Maaf Jokowi ke Parpol, Puan Maharani: Membangun Bangsa Nggak Harus di Kabinet

Ketua DPR RI Puan Maharani tanggapi permohonan maaf Jokowi, Puan tegaskan hanya orang yang memiliki kapasitas dan kapabilitas bisa jadi menteri

KOMPAS.com/Haryantipuspasari
Ketua DPR RI Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/10/2019) 

"Kan nggak mungkin juga saya memahami semuanya, itu bisa diakomodir, karena kan sebenarnya kementerian lembaga ataupun menteri-menteri yang dilantik itu bukan hanya tiba-tiba untuk mengakomodir," tambah Puan.

Prabowo Subianto Resmi Jadi Menhan, Puan Maharani Ucapkan Selamat dan Posting Foto di Instagram

Puan menjelaskan orang-orang yang terpilih untuk masuk ke kabinet memang hanya orang yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk dapat bekerjasama dengan presiden dan wakil presiden.

"Tetapi juga bagaimana orang-orang yang dipilih kemudian dilantik itu adalah memang orang-orang yang punya kapasitas dan kapabilitas untuk bisa bekerjasama dengan presiden dan wakil presiden dalam membangun bangsa ke depan, jadi ya nggak mungkin semua bisa masuk ke kabinet," ujar politisi asal PDIP tersebut.

Selanjutnya, Puan menjelaskan untuk membangun negara, tidak perlu harus masuk ke kabinet.

"Jadi membangun bangsa itu kan nggak harus di kabinet," ujar Puan.

Prabowo Subianto Resmi Jadi Menhan, Puan Maharani Ucapkan Selamat dan Posting Foto di Instagram

Video selengkapnya dapat dilihat mulai menit 2.00:

Pendapat Pengamat Terhadap Permohonan Maaf Jokowi

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (29/10/2019),  pengamat politik dari Komite Pemilih Indonesia (TePi) Jeirry Sumampow mengatakan permohonan maaf Jokowi dilakukan karena Jokowi mengetahui banyak pihak yang kecewa dengan kebijakannya.

"Saya kira Jokowi menyadari bahwa ada banyak kelompok yang kecewa karena tak bisa diakomodasi dalam kabinet. Apalagi dia tahu juga ada banyak kelompok, baik partai maupun bukan partai, yang menjadi pendukungnya waktu pilpres lalu," kata Jeirry kepada Kompas.com, Senin (28/10/2019).

Jeirry mengatakan itu adalah bentuk kerendahan hati presiden, karena pengangkatan menteri adalah hak prerogatif milik presiden.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved