Kabinet Jokowi
Soal Pemintan Maaf Jokowi ke Parpol, Puan Maharani: Membangun Bangsa Nggak Harus di Kabinet
Ketua DPR RI Puan Maharani tanggapi permohonan maaf Jokowi, Puan tegaskan hanya orang yang memiliki kapasitas dan kapabilitas bisa jadi menteri
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Video selengkapnya dapat dilihat mulai menit 2.00:
Pendapat Pengamat Terhadap Permohonan Maaf Jokowi
Dikutip dari Kompas.com, Selasa (29/10/2019), pengamat politik dari Komite Pemilih Indonesia (TePi) Jeirry Sumampow mengatakan permohonan maaf Jokowi dilakukan karena Jokowi mengetahui banyak pihak yang kecewa dengan kebijakannya.
"Saya kira Jokowi menyadari bahwa ada banyak kelompok yang kecewa karena tak bisa diakomodasi dalam kabinet. Apalagi dia tahu juga ada banyak kelompok, baik partai maupun bukan partai, yang menjadi pendukungnya waktu pilpres lalu," kata Jeirry kepada Kompas.com, Senin (28/10/2019).
Jeirry mengatakan itu adalah bentuk kerendahan hati presiden, karena pengangkatan menteri adalah hak prerogatif milik presiden.
"Ini juga menunjukkan kerendahan hati presiden. Sebab, meskipun itu hak prerogatifnya, tetapi beliau masih mau mendengar dan menerima masukan masyarakat. Bahkan, meminta maaf ketika masukan itu tak bisa diakomodasi semua," kata Jeirry.
Ia menambahkan, apa yang dilakukan oleh Jokowi ditujukan agar semua tetap bersatu dan terus membangun Indonesia bersama-sama.
"Sebab, bagaimanapun proses pembangunan ke depan membutuhkan partisipasi semua pihak dan kalau perasaan kecewa itu bisa diredam, maka partisipasi masyarakat akan makin kuat dalam bersinergi dengan pemerintahan Jokowi dalam memajukan bangsa ini," ucap Jeirry.
(TribunWow.com/Anung Malik)