Kasus Prostitusi
Keluarga Ungkap PA Sempat Tak Bisa Dihubungi 2 Hari hingga Ditangkap atas Kasus Prostitusi
Keluarga PA mengaku kaget mendengar kabar Putri Pariwisata 2016 itu tersangkut kasus prostisuti di Batu, Malang.
Editor: Claudia Noventa
Ia mengaku jika ia mengikuti ajang tersebut empat tahun lalu, pada 2016.

"Soal Putri Pariwisata Indonesia, saya bukan pemenang ajang Putri Pariwisata Indonesia, terima kasih," katanya seraya beberapa kali mengangguk, minggu (27/10/2019) yang dikutip dari Surya.co.id.
Ia juga merasa keberatan bilamana beberapa berita menyangkut pautkan namanya dengan ajang pencarian bakat Putri Indonesia.
• Pengakuan PA yang Terjerat Kasus Prostitusi: Mohon Tidak Membawa-bawa Nama Putri Indonesia
Pasalnya, ia tidak pernah mengikuti ajang Putri Indonesia.
"Mohon tidak membawa bawa nama Putri Indonesia karena saya tidak sama sekali ikut ajang tersebut," kata perempuan berkacamata itu.
Saat memberikan keterangannya wanita berambut panjang ini menggunakan topi serta menutupi wajahnya masker.
PA mengaku memiliki kehidupan dan karier pekerjaan layaknya orang kebanyakan.
"Saya bekerja sewajarnya, saya bekerja di beberapa perusahaan, juga mempunyai projek bisnis teman teman saya, saya juga freelance," jelasnya.
Tak lupa, ungkap PA, dirinya juga menghaturkan permohonan maaf atas kasus yang menimpanya.
Ia merasa kasusnya ini sangat merugikan pihak orangtua, teman dan keluarga besarnya.
"Saya mohon maaf dan apapun yang terjadi ini merupakan pelajaran yang sangat besar untuk saya," jelasnya.
PA kabarnya akan dipulangkan pada hari ini, Minggu (27/10/2019).
"Sedang PA yang menjadi korban prostitusi online bakal pulang setelah menjalani pemeriksaan selama 1 x 24 jam,” terang Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan.
Terkait proses pemulangan PA besok (hari ini/red), lanjut Gidion, pihaknya masih menunggu informasi dari pihak orang tua PA.
"Besok (hari ini/red) Minggu orang tua PA akan menjemputnya,” jelasnya.