Breaking News:

Kabinet Jokowi

Tolak Disebut Jadi Oposisi karena Tak Dapat Kursi Menteri, PAN: Kami Memang Bukan Pemilih Jokowi

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Drajad Wibowo menegaskan pihaknya akan berada di luar pemerintahan (oposisi).

Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV
Drajad Wibowo, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Drajad Wibowo menegaskan pihaknya akan berada di luar pemerintahan (oposisi).

Drajad Wibowo menyebut hal tersebut tak hanya disebabkan karena PAN tidak mendapat jatah kursi menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Menurutnya, dari awal terbentuk PAN sebetulnya sudah memutuskan untuk beroposisi.

Dilansir TribunWow.com, hla tersebut disampaikan Drajad Wibowo dalam acara 'SAPA INDONESIA MALAN' yang diunggah kanal YouTube KOMPASTV, Kamis (24/10/2019).

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Drajad Wibowo
Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Drajad Wibowo (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Jokowi Beri Kenaikan Pangkat ke Terawan sebelum Dilantik Jadi Menteri Kesehatan

Prabowo Jadi Menteri, Pengamat Singgung Pilpres 2019: Jokowi Beri Penghormatan Musuh yang Terluka

Drajad Wibowo menyebut keputusan PAN untuk beroposisi adalah keinginan sebagian besar anggotanya. 

Ia menyebut sebagaian besar konstituen PAN tidak mendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 lalu. 

"PAN ini kan dalam namanya ada nama amanat, konstituen PAN bukan pemilih Pak Jokowi, mungkin 90 persen, jadi kita harus mengemban amanat dari konstituen," ucap Drajad. 

"PAN sejak awal adalah partai reformis, yang memiliki pemikiran yang tajam dan kokoh yang berasal dari PAN. Jadi sudah saatnya PAN melakukan itu lagi."

Drajad menegaskan bahwa PAN tak hanya kali ini memutuskan untuk beroposisi.

Menurutnya, PAN sudah beroposisi sebanyak 2 kali.

"PAN ini bukan cuma sekali enggak berada di partai pendukung Jokowi," ucap Drajad.

"Dua kali, dan bukan cuma ikut tapi betul-betul bersaing, bertanding."

Drajad mengakui pada 2014 lalu PAN merapat di kubu koalisi Jokowi.

Namun, secara pribadi Drajad menyebut hal tersebut sebetulnya merupakan hal yang keliru.

"Ya itu bagi saya pribadi adalah hal yang kurang tepat, tapi itu sudah terjadi," kata Drajad.

Halaman
123
Tags:
Kabinet JokowiJokowiPartai Amanat Nasional (PAN)Drajad WibowoKabinet Indonesia MajuPrabowo Subianto
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved