Kabinet Jokowi
Sebut Ada Krisis Komunikasi Warga dan Pemerintah, Haris Azhar: Saya Dapat Beberapa WhatsApp
Haris Azhar ingatkan pemerintah untuk menepati janji-janji yang sudah dibuat. Ia melihat masih ada krisis komunikasi dari warga dan pemerintah.
Penulis: AmirulNisa
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Hal itu pun dirasa tidak juga mempengaruhi mekanisme hukum yang harus dipatuhi masyarakat.
"Nah konstalasi-konstalasi pemindahan elit kubu sana, kubu sini, gabung sana, gabung sini," ucap Haris Azhar.
"Dia tidak mereprestasikan bagaimana untuk mengefektifkan institusi-institusi mekanisme atau aturan hukum yang sudah kita punya," tambahnya.
Ia pun juga menilai persatuan hanya terjadi dalam kalangan elit politik.
Sedangkan masyarakat tidak merasakah efek dari persatuan para elit politik.
• Perjalanan Politik Prabowo Subianto, Kalah di Pilpres hingga Jadi Menhan Jokowi
Bahkan ia melihat masih ada jarak antara masyarkat dengan para pemerintah.
"Sampai di situ yang dibangun hanya narasi soal persatuan. Ini yang bersatu elit, bukan bangsa kita yang bersatu. Bangsa kita masih ada perbedaan antara elit dengan warganya," jelas Haris Azhar.
Haris Azhar pun juga mengingatkan pemerintah untuk menjalankan janji-janji yang sudah dibuat.
Janji yang dibuat pun disebutnya harus ditepati secara beriringan.
"Karena presiden atau pemerintahan itu janjinya bukan elektoral tapi juga janji konstitusional. Jadi apa yang dijanjikan di pemilu tidak boleh bersebrangan dengan janji di konstitusi dan janji konstitusi itu dia juga harus menjadi acuhan," jelas Haris Azhar.
Lihat video pada menit ke-7:07:
(TribunWow.com/Ami)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/aktivis-ham-haris-azhar-di-acara-indonesia-lawyers-club-selasa-22102019.jpg)