Terkini Daerah
Hajatan Seorang Warga Sragen Diboikot karena Beda Pilihan Pilkades, Tetangga Tak Mau Bantu
Tak ada tetangga yang mau hadiri hajatan Suhartini karena beda pilihan saat Pilkades. Ketua RT hingga karang taruna juga menolak.
Editor: Ifa Nabila
Siti menyampaikan secara masyarakat ibunya telah melaksanakan tugasnya sebagai warga dengan baik. Seperti arisan, gotong royong, dan lainnya.
"Pak RT biasanya bisa menyelesaikan kok ini tidak. Acara klumpukan ulem (undangan) biasanya pakai pengeras suara datang. Tapi kok tidak seperti biasanya," pikirnya.
Di samping itu setiap ada hajatan pernikahan pasti selalu dihadiri ratusan warga.
Tetapi pada acara hajatan pernikahan di tempatnya tak banyak warga yang datang membantu.
"Hari besoknya ibu ngasih nasi sebagai tanda terima kasih dan silaturahmi karena sama-sama membantu. Tapi sebagian banyak yang menolak. Ada yang menerima tapi diambil oknum terus dikembalikan," tuturnya.
• 4 Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid Olimpiade, Modus Pijit Korban dengan Lotion, Dilakukan sejak 2016
Dibantu warga luar desa
Meskipun banyak warga sekitar yang tak datang membantu, Siti mengatakan hajatan yang digelar berjalan dengan lancar.
Justru bantuan datang dari warga lain di luar desanya. Mereka ada yang menjadi penyaji tamu undangan.
Siti mengaku sempat kecewa dengan sikap warga terhadap ibunya.
Ibunya yang tak tahu apa-apa soal Pilkades justru dijadikan korban sampai tidak ada warga yang mau datang membantu acara hajatan.
"Mamak saya itu salahnya dimana. Kok mamak saya yang diikut-ikutkan?" tanya Siti.
"Mamak saya itu bukan kader dan bukan tim sukses dari calon mana pun. Kenapa dikucilkan seperti itu."
Miskomunikasi
Kasi Pemerintahan Pj Kades Hadiluwih, Iwan Budiyanto mengatakan permasalahan yang dihadapi Suhartini sudah diselesaikan bersama dengan Ketua RT setempat.
Menurutnya ada miskomunikasi terkait indikasi beda pilihan Pilkades.