Kabinet Jokowi

Anggap Prabowo Ingin Gabung Jokowi, Survei PPI: Mayoritas Tak Setuju Gerindra Masuk Pemerintah

Anggap Prabowo Ingin Gabung Jokowi, Survei PPI: Mayoritas Responden Tak Setuju Gerindra Masuk Pemerintah

Anggap Prabowo Ingin Gabung Jokowi, Survei PPI: Mayoritas Tak Setuju Gerindra Masuk Pemerintah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai mengadakan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Pertemuan tersebut membahas berbagai isu di Indonesia diantaranya pemindahan ibu kota, isu ekonomi hingga pertahanan negara. 

TRIBUNWOW.COM - Hasil survei Paramater Politik Indonesia ( PPI) menunjukkan mayoritas responden tidak setuju jika Partai Gerindra bergabung dengan koalisi parpol pendukung Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Mayoritas responden juga menyatakan tidak setuju jika partai pimpinan Prabowo Subianto mendapatkan posisi menteri dalam kabinet Presiden Jokowi.

Ketika ditanya soal wacana bergabungnya Gerindra dengan koalisi pendukung pemerintah dan mendapatkan jabatan menteri di kabinet Joko Widodo, sebanyak 40,5 persen responden menyatakan tidak setuju.

Sandiaga Uno Harap Tak Semua Partai Merapat ke Jokowi: Kita Kasih Masukan, tapi Jangan Bikin Gaduh

Sedangkan 32,5 persen responden menjawab setuju dan sisanya tidak menjawab.

 "Data survei menunjukkan bahwa ketika menyikapi agresivitas Prabowo yang terlihat ingin berkoalisi dengan Joko Widodo, hanya 32,5 persen masyarakat yang setuju," ujar Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno saat memaparkan hasil survei di kantornya, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2019).

"Sementara yang tidak setuju 40,5 persen," ucapnya.

Menurut Adi, responden yang menyatakan tidak setuju jika Gerindra berkoalisi merupakan kelompok masyarakat yang belum mampu menerima kekalahan Prabowo saat Pilpres 2019 karena menganggap kubu Jokowi curang.

Selain itu, publik juga berharap dengan tidak berkoalisi, Gerindra akan menjadi penyeimbang di luar pemerintah atau opisisi.

Sementara, publik yang setuju beranggapan bahwa pilpres sudah usai sehingga tidak perlu melanjutkan perselisihan.

Di sisi lain, bergabungnya Gerindra dinilai dapat menguatkan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf dalam membangun bangsa.

"Mayoritas responden memang tak mau Prabowo menjadi bagian dari Pemerintahan Jokowi. Mereka menginginkan Prabowo harus tetap berada di luar kekuasaan sebagai oposisi," kata Adi.

Adapun survei Parameter Politik Indonesia melibatkan 1.000 responden dan dilakukan pada 5 hingga 12 Oktober 2019.

Metode survei menggunakan stratified multistage random sampling dngan margin of error sebesar ± 3,1 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan metode face to face interview menggunakan kuisioner. (Kompas.com/Kristian Erdianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Survei PPI: Mayoritas Responden Tak Setuju Gerindra Masuk Kabinet Jokowi"

Ikuti kami di
Editor: Ifa Nabila
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved