Kabinet Jokowi
Disebut Bersaing dengan Prabowo dan Agum Gumelar, Olly Dondokambey Jadi Kandidat Utama Menhan
Persaingan merebut Menteri Pertahanan RI makin ketat. Terbaru Olly Dondokambey disebut jadi kandidat kuat dari PDIP.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Persaingan merebut Menteri Pertahanan RI makin ketat.
Setelah mencuat nama Prabowo Subinato, Ketua Dewan Pembina Gerindra, ada lagi Jenderal Purn Agum Gumelar.
PDI Perjuangan juga tak mau kendur di persaingan.
Jagoan partai berlambang banteng itu Olly Dondokambey, Gubernur Sulut yang juga Bendahara Umum PDI Perjuangan.
• Soal Kabar Sandiaga Uno Disiapkan untuk Jadi Menteri Jokowi, Ini Kata Gerindra
Informasi diperoleh tribunmanado. co.id dari sumber orang dekat Olly, saat ini posisi Menhan yang paling santer diduduki Bendum PDIP itu.
Olly pun tetap enggan merespons isu kabinet Jokowi yang makin santer berkembang jelang pelantikan Presiden Jokowi, 20 Oktober 2019
"Bukan urusan saya, itu urusan pak Presiden, " ujar Gubernur Olly seperti biasanya ketika disodori pertanyaan soal kabinet Jokowi.
Isu Olly jadi menteri sudah lama berkembang, DPD PDIP Sulut pun tak menampik itu.
Sekretaris DPD PDIP Sulut, Franky Wongkar berpendapat, sesuai aturan main PDIP, kader itu disebut petugas partai, termasuk Gubernur Olly.
"Jadi petugas partai harus siap ditugaskan Ketua Umum, baik dieksekutif maupun legislatif, " kata dia.
Soal apa jabatan menteri yang bakal dijabat Olly Dondokambey, Franky mengatakan, tak berwenang menyebut-nyebut karena ada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.
Pos Kementerian Pertahanan RI jadi rebutan
Santer menguat nama Olly Dondokambey, jagoan PDI Perjuangan ke posisi Menhan.
Nama Agum Gumelar juga berkembang jadi kandidat. Posisi yang sama kabarnya diinginkan Gerindra, bahkan santer beredar bakal dijabat Prabowo Subianto.
• Tanggapi Bocoran Susunan Kabinet yang Beredar, Jokowi Minta Sabar: Tidak Sulit Menemukan Mereka
Pengamat Politik Taufik Tumbelaka menilai, PDI Perjuangan yang 'berdarah-darah' memenangkan Joko Widodo tak akan begitu saja rela melepas pos kementerian strategis.