Terkini Daerah
Ribuan Ikan Mati Mendadak di Sungai Kapuas, Diduga Akibat Perubahan Kadar Air
Begini penyebab ribuan ikan di keramba tepian Sungai Kapuas mati mendadak. Diduga akibat perubahan kadar air sungai.
Editor: Rekarinta Vintoko
"Airnya sedang dianalisa staf saya, setiap tahun memang terjadi seperti ini. Jika musim kemarau panjang, dimana mana air asin yang masuk ke sungai bertemu dengan air hujan dari hulu sungai," ucap Adiyani.
Terkait fenomena ikan milik petani keramba yang mengalami kematian, Adiyani menegaskan karena memang terjadi perubahan drastis pada air sehingga ikan tidak beradaptasi.
"Karena ada air asin masuk ke sungai sehingga ikan-ikan didalam keramba milik warga itu mati," ucapnya.
Sementara staf pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalbar, Siti menjelaskan pihaknya memang sudah mengambil sampel air Kapuas untuk diuji pada laboratorium, namun hasilnya belum keluar.
"Sampel airnya sudah kita ambil waktu itu, hasilnya belum keluar karena kita menggandeng pihak sucofindo dalam mengujinya," ucap Siti.
Namun ia memastikan kejadian di mana air mengalami bening memang selalu terjadi, bahkan tidak hanya di Pontianak. Kejadian serupa juga terjadi pada Sungai Sambas.
"Hasil labnya belum keluar, biasa dua minggu baru keluar terkait uji lab itu," pungkasnya.
• Saldo ATM-nya Rp 27 Juta, Barbie Kumalasari Berkilah Itu Milik Tim Kreatif: Takut Dibilang Norak
Langkah Tepat
Banyaknya ikan milik petani keramba yang mati dan telah didata Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak yang mencapai 5 ton pada minggu lalu mendapat perhatian dari Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin.
Ia memberikan apresiasi atas kesigapan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak yang langsung mendata terkait berapa banyak ikan yang mati dari para petani.
"Sudah tepat apa yang dilakukan dengan mendata berapa banyak yang mati itu, namun itu tentu tidak cukup. Mesti ada tindakan untuk membantu mereka yang mengalami kerugian itu," ucap Satarudin, Minggu (13/10).
Mengenai akan diberikannya bantuan berupa subsidi bibit ikan nila pada para petani yang mengalami kerugian, disambut baik Satarudin. Menurutnya pemerintah memang harus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan solusi.
Apalagi Pemkot Pontianak memiliki tempat pemijahan sendiri sehingga bibit tidak membeli hanya memijahkan saja, kemudian didistribusikan pada para petani keramba.
"Bagus, apa yang dilakukan Dinas Perikanan berencana memberikan bantuan bibit dengan skema subsidi itu sudah betul, itu harus segera ditindaklanjuti dan dikoordinasikan agar para petani keramba ini bisa membesarkan ikan tersebut,"tambahnya.
Namun sebelum memberikan sibsidi bibit pada masyarakat, ia mengingatkan agar benar-benar didata jangan sampai salah sasaran dan itu harus dipertanggungjawabkan.
Kemudian menegaskan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan harus segera berkoordinasi dengan Wali Kota Pontianak untuk memberikan bantuan bibit tersebut.
Selain itu, kejadian ini harus menjadi perhatian bersama, ia meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk turun kelapangan mengecek sehingga diketahui pasti penyebabnya.
Pasalnya, banyak pula ikan milik petani keramba yang tidak mati. Mengapa sebagian banyak yang mati, akibat pengaruh air yang berubah drastis beberapa hari lalu. (oni)
Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Ribuan Ikan Mati Mendadak di Sungai Kapuas, Petani Temukan Hal Tak Biasa Pada Insang Ikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/sejumlah-ikan-mati-petambak.jpg)