Kabinet Jokowi
Mengaku Tak Dilibatkan Jokowi saat Pilih Menteri Kabinet Kerja Jilid II, Ini Kata KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak dilibatkan dalam pemilihan menteri Kebinet Kerja jilid II.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak dilibatkan dalam pemilihan menteri Kebinet Kerja jilid II yang kabarnya telah rampung digarap.
Meskipun begitu, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih orang yang tepat untuk dijadikan menteri lima tahun ke depan
Laode menyatakan KPK tak akan ikut campur terkait susunan Kabinet Kerja jilid II, seperti dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, Senin (14/10/2019).
"Itu hak prerogatif Presiden," ucap Laode, Senin (14/10/2019).
• Bertemu Prabowo, Surya Paloh Tanggapi Adanya Isu Pembicaraan Kabinet: Mau Dijawab Jujur?
• Prabowo dan Surya Paloh akan Bertemu Malam Ini, Politisi NasDem Bantah Ada Pembicaraan Kabinet
Ia mempercayai Jokowi dapat memilih sosok orang yang tepat untuk dijadikan menteri.
"Kita berharap bahwa beliau cukup paham untuk mengetahui mana calon menteri yang mempunyai rekam jejak yang baik atau tidak," imbuh Laode.
Meskipun tak dilibatkan dalam pemilihan menteri, Laode mengaku berharap sosok yang dipercaya Jokowi menjadi menteri memiliki integritas yang baik.
"Kita (KPK) tidak diikutkan, tetapi kita berharap bahwa yang ditunjuk oleh Presiden adalah orang-orang yang mempunyai track record yang bagus, dari segi integritas tidak tercela," ujar Laode.
Jokowi sebelumnya melibatkan KPK dalam pemilihan menteri di Kabinet Kerja jilid I periode 2014-2019.
Saat itu, Jokowi meminta bantuan KPK untuk menelusuri rekam jejak para menteri pilihannya.
Namun, berbeda dengan tahun ini, Jokowi tak melibatkan KPK dalam memilih menteri Kebinet Kerja jilid II.
Sementara itu, Jokowi telah mengonfirmasi para menteri yang tergabung Kabinet Kerja jilid II telah rampung dipilih.
Meskipun begitu, Jokowi menyatakan adanya kemungkinan perubahan susunan kabinet seusai ia bertemu dengan Mantan Presiden ke-5 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (11/20/2019) lalu.
"Mungkin ada beberapa pertimbangan, masih bisa," ucap Jokowi, Jumat (11/10/2019).
Jokowi mulanya menyebut 34 menteri pilihannya akan diumumkan seusai dirinya dan Ma'ruf Amin dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) pada 20 Oktober 2019 mendatang.