Kasus Ninoy Karundeng
Peroleh Informasi Penyebab Ninoy Karundeng Dianiaya, Jubir PA 212 Novel Bamukmin: Ini Memprihatinkan
Juru Bicara PA 212, Novel Bamukmin menuturkan perihal penyebab pegiat media sosial, Ninoy Karundeng mendapatkan penganiayaan dan tindak intimidasi.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Ia kembali menyayangkan, jika ada kasus lain yang menurutnya lebih penting lagi.
"Pengurus masjid yang melindungi (massa) justru ditangkap-tangkap dan sampai saat ini belum ada yang pulang. Ini sangat memperihatinkan. Ada apa di balik kejadian ini? Gitu ya kan, sehingga begitu menyita perhatian kita, masalah yang sepele, itu harus di-blow up. Bahwa pengurus masjid itu mengamankan aksi massa," kata Novel.

Sedangkan ia berkata memperoleh informasi, asal mula Ninoy dianiaya.
Berdasarkan apa yang ia dapat, Ninoy diduga melakukan provokasi saat meliput aksi demo tersebut.
"Jadi ini diduga (penganiayaan) disebabkan oleh tingkah laku Ninoy memprovokasi, narasi yang disampaikan saat meliput itu narasi provokasi, itu yang saya dapatkan," katanya.
Ia yakin dengan informasi tersebut karena memang ia sangat mengenal lingkungan lokasi penganiayaan Ninoy berlangsung.
"Kenapa? Saya tahu itu adalah kampung kelahiran saya, tetangga, saudara saya di situ. Jadi saya tahu lingkungan itu, dan kebetulan saya tidak di situ, tapi satya tahu satu persatu di lingkungan itu," papar Novel.
Sedangkan sebelumnya, Novel yang mendapat surat pemanggilan mengatakan akan memenuhinya pada Kamis (10/10/2019) pukul 02.00 WIB siang.
"Insha Allah saya akan hadir pada Kamis (10/10/2019) jam 2 (WIB) siang sebagaimana yang dijadwalkan dari kepolisian," ungkapnya.
Ia mengaku kaget mengapa namanya bisa dikaitkan dengan kasus Ninoy Karundeng yang merupakan relawan Joko Widodo dalam Pilres 2019 ini.
• Kronologi Penganiayaan Ninoy Karundeng oleh Sekelompok Orang, Bermula saat Korban Ambil Foto
Sedangkan dirinya tak ada di lokasi dari kejadian hingga saat ini.
"Benar-benar ini membuat saya kaget, karena saya sudah lama tidak ada di sekitar lokasi tersebut, dari sebelum kejadian sampai hari ini saya belum pernah ada di lokasi. Maka saya kaget ada apa saya dikait-kaitkan, dengan kasus kejadian yang ramai saat ini," kata Novel Bamukmin.
Mengenai pengakuan pihak Ninoy Krundeng bahwa ada seorang yang dipanggil 'habib' menjadi oknum penganiayaan, Novel justru mempertanyakan balik.
Menurutnya, ada jutaan nama yang memiliki habib, pun dengan gelar habib.
"Maka harus ditanyakan kepada pengacara Ninoy Karundeng itu, siapa? Karena nama habib jutaan, gelar habib jutaan."