Breaking News:

Kasus Ninoy Karundeng

Kata Ninoy Karundeng soal Penyebab Dirinya Dianiaya dan Diancam: Mereka Marah karena Tulisan Saya

Pegiat media sosial, Ninoy Karundeng membeberkan penyebab dirinya mengalami penganiayaan dan tindak intimidasi pada Senin (30/9/2019) lalu.

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Claudia Noventa
Capture Kompas Tv
Pegiat media sosial, Ninoy Karundeng memberikan pengakuannya apa yang terjadi saat dirinya di culik dan mengalami penganiayaan pada Senin (30/10/2019) lalu. 

TRIBUNWOW.COM - Pegiat media sosial, Ninoy Karundeng membeberkan penyebab dirinya mengalami penganiayaan dan tindak intimidasi pada Senin (30/9/2019) lalu.

Diketahui Ninoy Karundeng dianiaya di dalam Masjid di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat.

Dikutip TribunWow.com dari saluran Kompas tv, Senin (7/10/2019), Ninoy Karundeng mengatakan para pelaku yang memukulinya kesal akan tulisan-tulisannya.

Pengakuan Lengkap Ninoy Karundeng saat Dianiaya hingga Trauma: Akan Dipecah Kepala Saya

Ia mengatakan laptop yang dibawanya saat itu berisi tulisan-tulisan miliknya yang disebarkan di akun Facebooknya.

"Ya mereka marah karena tulisan-tulisan saya, jadi saya kebetulan di situ, nama saya asli, semua asli dan saya bawa laptop, di laptop itu ada draft tulisan-tulisan saya yang saya upload di Facebook," ujar Ninoy.

Ninoy mengatakan saat para pelaku membaca tulisannya yang berbeda pandangan, mereka marah.

"Di situ saya setiap mereka lihat tulisan saya itu, di samping mereka juga bisa membuka Facebook saya di situ pakai HP masing-masing itu, begitu menemukan tulisan yang berbeda pandangan (mereka marah)," katanya.

Sebelumnya, ia yang juga merupakan relawan Joko Widodo saat Pilpres 2019 ini mengaku tiba-tiba diseret dan diinterogasi dan dianiaya selama dua menit.

Dirinya lalu dibawa oleh sekelompok orang dan dibawa masuk ke dalam Masjid di daerah Pejompongan.

Ninoy menuturkan ada banyak orang yang berada di lokasi tersebut, diucapkannya, lebih dari 10 orang.

Mereka menganiaya Ninoy dan memukulinya.

"Awalnya kan saya habis motret, mereka periksa saya dipukuli di situ, di situ kan sudah banyak sekali orang yang memukuli saya," ujar Ninoy.

"Lebih (dari 10 orang), apalagi kalau di dalam itu lebih banyak lagi karena banyak orang yang datang dan pergi. Saya enggak tahu dari mana, kadang ada rombongan satu atau dua orang atau tiga orang mereka mengintrogasi saya langsung memukul," paparnya.

Ada 11 Tersangka yang Aniaya Ninoy Karundeng, Punya Peran Memukul, Curi Data, hingga Rekam Video

Disebutkannya, mereka yang memukuli dirinya menggunakan tangan kosong.

"Semua menggunakan tangan mereka," sebutnya.

Saat ditanyai hal yang paling menakutkan kala dirinya mendapatkan intimidasi, Ninoy mengatakan ada satu kata yang membuatnya hingga kini trauma.

Ia menuturkan diancam oleh seorang yang dipanggil 'habib', bahwa kepalanya akan dipecah menjadi dua.

"Yang paling menakutkan dan sampai sekarang saya rasakan, mereka mau membunuh saya, karena saya hanya dikasih waktu sampai sebelum subuh, saya akan dipecah kepala saya, mau dibelah oleh yang dikatakan dia seorang 'habib' itu," sebut Ninoy mengenang.

Lihat videonya:

Kata Jubir PA 212

Juru Bicara PA 212, Novel Bamukmin menanggapi perihal penyebab pegiat media sosial, Ninoy Karundeng mendapatkan penganiayaan dan tindak intimidasi.

Novel Bamukmin menjadi orang yang mendapat surat panggilan dari Polda Metro Jaya sebagai saksi dari peristiwa tersebut, dikutip TribunWow.com dari saluran YouTube iNews Talkshow, Senin (7/10/2019).

Novel Bamukmin lantas menuturkan bahwa kasus Ninoy bukanlah kasus yang besar yang harus mendapat perhatian sedemikian besarnya.

Novel mengatakan Ninoy yang dipulangkan seusai dianiya juga langsung melaporkan apa yang dialami.

"Apa yang kita lihat, itu (Ninoy) hanya luka sedikit yang setelah dipulangkan, selesai diamankan, itu bisa pulang, itu (dia langsung) melaporkan," kata Novel.

Novel menyayangkan sejumlah pengurus masjid di lokasi peristiwa Ninoy harus turut ditangkapi oleh pihak kepolisian.

"Padahal itu pengurus masjid mengamankan daripada kasus ini untuk tidak terjadi penganiayaan," paparnya.

Sedangkan diketahui, Ninoy dianiaya lantaran tulisannya yang ia bagikan di Facebook.

Peroleh Informasi Penyebab Ninoy Karundeng Dianiaya, Jubir PA 212 Novel Bamukmin: Ini Memprihatinkan

Novel kemudian melihat bahwa aksi demo yang membuat sejumlah nyawa hilang tak sebanding dengan kasus Ninoy.

Karena dari tulisan atau hate speech yang ada di media sosial, banyak nyawa hilang.

"Iya kan dibandingkan dengan kasus demo yang mengorbankan nyawa itu harus dilihat dan harus bijaksana juga," kata Novel.

"Harus proposional melihat kasus ini. Harus melihat dari kedua sisi. Dibandingkan dengan persatuan negara yang diakibatkan buzzer-buzzer ini, yang menyebarkan berita hoaks, kebencian, mengadu domba anak bangsa, ini yang sangat bahaya," paparnya.

"Sedangkan Ninoy hanya segelintir, sedikit kasus yang menimpa ini sampai sedemikian rupa," ungkap Novel.

Ia kembali menyayangkan, jika ada kasus lain yang menurutnya lebih penting lagi.

"Pengurus masjid yang melindungi (massa) justru ditangkap-tangkap dan sampai saat ini belum ada yang pulang. Ini sangat memperihatinkan. Ada apa di balik kejadian ini? Gitu ya kan, sehingga begitu menyita perhatian kita, masalah yang sepele, itu harus di-blow up. Bahwa pengurus masjid itu mengamankan aksi massa," kata Novel.

Juru Bicara PA 212, Novel Bamukmin mengaku kaget turut dikait-kaitkan dengan kasus penganiayaan pegiat media sosial, Ninoy Karundeng.
Juru Bicara PA 212, Novel Bamukmin mengaku kaget turut dikait-kaitkan dengan kasus penganiayaan pegiat media sosial, Ninoy Karundeng. (YouTube Inews Talkshow)

Sedangkan ia berkata memperoleh informasi, asal mula Ninoy dianiaya.

Berdasarkan apa yang ia dapat, Ninoy diduga melakukan provokasi saat meliput aksi demo tersebut.

"Jadi ini diduga (penganiayaan) disebabkan oleh tingkah laku Ninoy memprovokasi, narasi yang disampaikan saat meliput itu narasi provokasi, itu yang saya dapatkan," katanya.

Ia yakin dengan informasi tersebut karena memang ia sangat mengenal lingkungan lokasi penganiayaan Ninoy berlangsung.

"Kenapa? Saya tahu itu adalah kampung kelahiran saya, tetangga, saudara saya di situ. Jadi saya tahu lingkungan itu, dan kebetulan saya tidak di situ, tapi satya tahu satu persatu di lingkungan itu," papar Novel.

Lihat videonya dari menit ke 4.03:

(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

Tags:
Ninoy KarundengKasus PenganiayaanKasus Penculikan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved