Rusuh di Papua

Cerita Siati, Janda Asal Probolinggo Jadi Korban Kerusuhan di Wamena: Harta Dirampas, Rumah Dibakar

Tangis Siati (43) pecah kala tiba di Lanud Abdulrahman Saleh, Kabupaten Malang, jawa Timur. Begini ceritanya.

SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Pengungsi Wamena Papua asal Jawa Timur saat tiba menggunakan pesawat hercules di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Rahu (2/10/2019). Sebanyak 120 pengungsi wamena asal jawa timur tiba di Malang untuk kembali ke daerah asal paska kerusuhan di Wamena yang mengakibatkan 33 orang tewas. 

TRIBUNWOW.COM - Tangis Siati (43) pecah saat tiba di Lanud Abdulrahman Saleh, Kabupaten Malang, jawa Timur.

Perempuan asli Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo itu adalah salah satu pengungsi dari Wamena, Papua.

Di Wamena, Siati bekerja sebagai juru masak di perusahaan emas.

Dia berangkat ke Wamena bersama sang suami sejak tahun 2000.

“Suami saya meninggal tahun 2010. Saya kembali ke Probolinggo tapi kembali lagi Wamena,” tutur Siati (2/10/2019).

Tanggal 27 September saat kerusuhan di Wamena terjadi, Siati berada di kantor tempatnya bekerja.

Dia sedang memasak sayur asam dan menggoreng ikan untuk makanan para buruh pabrik.

“Tiba-tiba ada suara rusuh. Rumah dibakar, kantor dan semuanya ikut dibakar,” katanya.

Penentuan Pimpinan MPR Dinilai Bertele-tele, Anggota DPR Fraksi PDIP Nangis saat Sidang Ingat Papua

Siati mengatakan situasi saat itu mencekam.

Kerusuhan timbul di berbagai pelosok Wamena dan terjadi pembakaran di banyak tempat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Tribun Jatim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved