Pelantikan Anggota DPR MPR
Cerita Politisi Golkar Jadi Ketua DPRD Bontang, sang Ibu Jabat Wali Kota dari Partai yang Sama
Kota Bontang Kalimantan Timur dikuasai Golkar. Dua kadernya duduk sebagai wali kota dan ketua DPRD Bontang
Editor: Lailatun Niqmah
"Jadi siapa pun selain saya jadi ketua DPRD, harus punya hubungan baik dengan pemerintah," jelasnya.
Hal itu untuk memudahkan dalam pembahasan anggaran, regulasi hingga lainnya.
• 335 Wakil Rakyat Bolos seusai Dilantik, Ceu Popong Elus Dada Nahan Tangis: Jujur Saja Saya Nelangsa
Andi juga membantah keberhasilannya sebagai anggota DPRD hingga terpilih sebagai ketua karena posisi ibunya sebagai wali kota.
"Saya ingin dilepas dari bayang-bayang ibu atau ayah saya. Saya sering turun ke masyarakat. Saya turun sosialisasi, tidak ada bayang-bayang ortu," tegas Andi.
Untuk itu, ia tak ingin hak politiknya dikebiri saat jadi ketua DPRD Bontang karena menurutnya itu tidak fair.
"Namanya politik. Kalau ada yang tidak suka, selalu goreng-goreng," katanya.
Sebelumnya, Sofyan Hasdam memimpin Kota Bontang selama 10 tahun atau dua periode.
Setahun sebelum lengser, istrinya, Neni Moerniaeni menjabat sebagai ketua DPRD di kota itu.
Kala itu, antara suami dan istri memegang jabatan di eksekutif dan legislatif. Kini fenomena itu terulang antara ibu dan anak.
Diketahui, Neni mencalonkan diri sebagai wali kota Bontang pada 2010.
• Daftar Lengkap Aset Kekayaan Para Pimpinan MPR, Bambang Soesatyo Paling Besar, Cek yang Lainnya
Namun, kalah melawan rivalnya, Adi Darma.
Lima tahun kemudian pada 2015, Neni kembali bertarung dengan rival yang sama. Kali Ini Neni menang.
Sampai sekarang, Neni masih memegang jabatan sebagai orang nomor satu di Bontang didampingi Basri Rase.
Di sisa masa jabatan Neni, putra keduanya, Andi Faizal, naik menjadi ketua DPRD. (Kompas.com/Zakarias Demon Daton)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ibu Jabat Wali Kota, Anak Diangkat Sebagai Ketua DPRD"