Di Pemalang, Agus Trihatmoko Jelaskan soal Konsep Ekonomi Murakabi dan IRI pada Para Sarjana
Agus Trihatmoko (Universitas Surakarta) memaparkan soal Konsep Indonesia Raya Incorporated (IRI) dan Sistem Ekonomi Murakabi.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Dr. Agus Trihatmoko (Universitas Surakarta) menjelaskan soal Konsep Indonesia Raya Incorporated (IRI) dan Sistem Ekonomi Murakabi.
Hal itu disampaikan Agus Trihatmoko dalam sambutan penutup pada Sidang Senat Terbuka – Wisuda Sarjana dan Ahli Madya STIE Assholeh, Pemalang, Senin (30/9/2019).
“Orasi Ilmiah ini sebelum saya akhiri, izinkan saya mengutip tentang pemikiran ekonomi yang selama ini kami bangun secara akademis, untuk kita perjuangkan dengan harapan dapat dipraktikkan oleh negara kita tercinta. Sedikit saya ingin memperkenalkan tentang Konsep Indonesia Raya Incorporated (IRI) dan Sistem Ekonomi Murakabi," kata Agus Trihatmoko melalui rilis yang diterima TribunWow.com, Rabu (2/10/2019).
"Dua minggu lalu hal ini saya perkenalkan kepada beberapa Ekonom dari Inggris, Vietnam dan India dalam pertemuan ilmiah saat kunjungan saya ke Vietnam. Jadi, biar lebih hangat rasanya pada kesempatan istiwewa ini kami juga menyampaikan di Pemalang," ujar dia menambahkan.
• Penahanan Ditangguhkan, 3 Mahasiswa Tersangka Perusakan Gedung DPRD Sumbar Dipulangkan
Menurut dia, memimpikan kedaulatan ekonomi Indonesia bagi kesejahteraan rakyat merupakan esensi kutipan konsep IRI dan Ekonomi Murakabi.
Pesan yang ingin disampaikan dan titipkan kepada pada sarjana yaitu diharapkan mereka saatnya berkontribusi untuk mengembangkan pemikiran dan berdaya-upaya bagi Sistem Perokonomian Indonesia, berbasis Konstitusi Ekonomi – Pasal 33 UUD NRI 1945, serta berideologi Pancasila, khususnya sebagai pengamalan Sila ke 5 – Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
“Wisudawan/wati, Bapak dan Ibu Dosen, serta tamu undangan sekalian yang hadir di sini adalah para sarjana, atau tokoh-tokoh masyarakat. Jadi, saya ingin menyampaikannya ini bagi semua kalayak di Indonesia. Agus memotivasi perhatian para hadirin," kata dia.
"Pada tahun Desember 2016 di Solo, dan pada Januari 2017 di Batam diprakarsai oleh A.M. Putut Prabantoro, kami bersama-sama dengan para Ekonom dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia membangun pemikiran Indonesia Raya Incorporated (IRI)," ungkap dia menambahkan.
• Dapat Somasi dari Polda, Ananda Badudu: Saya Tidak akan Lari kalau Dipanggil
Pemikiran ini dimaksudkan yaitu “Kepemilikan Saham Perusahaan-Perusahaan Negara (BUMN, BUMD, BUMDES) oleh Pemerintah Pusat, Daerah dan Desa, serta Masyarakat Luas”, jadi bukan saja oleh pemerintah sendiri seperti sekarang yang berjalan. Konsepsi IRI telah kami tulis dalam bentuk 3 Artikel Ilmiah di Jurnal Internasional, dan 1 Buku yang diterbitkan di Eropa (Trihatmoko dan Susilo, 2018a; 2018b, Trihatmoko, 2018).
Pada penyampaian tersebut, Agus mengatakan sedang berupaya menyusun buku IRI dan Ekonomi Murakabi dalam versi Bahasa Indonesia.
Meskipun dia juga secara pasti mengatakan kapan buku tulisan tersebut akan diselesaikannya.
Berawal dari konsepsi IRI, pada 2018 saya menyusun sebuah buku Ekonomi Murakabi yang diterbitkan di Eropa (Murakabi Economics).
Jadi, aliran murakabisme ekonomi tersebut sebagai jawaban atas permasalahan ekonomi nasional dan dunia saat ini.
• Polisi di Mojokerto Pergoki Istri sedang Berduaan dengan Dokter di Dalam Kamar, Ini Kronologinya
Seperti diketahui bersama bahwa hasil dari Leberalisme Ekonomi hanya memperkuat dominasi atau hegomoni Kelompok Kapitalis.
Murakabisme Ekonomi “ditawarkan” sebagai Paradigma baru bagi sistem perekonomian nasional dan dunia internasional.
Pesan utama kami adalah Konsep Indonesia Raya Incorporated (IRI) menganut Sistem Ekonomi Murakabi, sehingga layak diperjuangkan supaya diterapkan bagi semua Perusahaan Negara di Indonesia sebagai piornernya pelaku usaha yang menjalankan amanat ekonomi konstitusional.
Selanjutnya, Kepemilikan Saham Korporasi Swasta Nasional dan Asing “MESTINYA” bersama-sama pihak Pemerintah dan Masyarakat Lokal dan/atau Nasional.
Jadi, kata dia, terwujudnya pemikiran IRI dan Ekonomi Murakabi secara otomatis dan tidak langsung memberikan kesempatan bagi semua warga negara Indonesia (dewasa) menjadi wirausaha – apapun profesi dan kehidupan sosial mereka.
Inilah amanah kita bersama, khususnya para Sarjana untuk berkontribusi mengembangkan pemikiran dan inovasinya bagi berjalannya sistem ekonomi murakabi di Indonesia.
“Pada saatnya ketika negara menjalankannya “Insya Allah” hasilnya murakabi bagi semua ummat," beber Agus.
• Mulai Unjuk Gigi, Esemka Bakal Luncurkan SUV Garuda 1
Sebagai bentuk komitmen pada kesempatan tersebut diserahkan Buku Indonesia Raya Incorporated dan Ekonomi Murakabi, serta Buku Kewirausahan kepada Ketua STIE Assholeh. Buku tersebut diharapkan menjadi bagian kepustakaan di perguruan tinggi, dan utamanya untuk digunakan sebagai kajian ilmiah.
“Luar biasa dan haru, ketika saya turun dari mimbar banyak sambutan antusias dari berbagai kalangan yang hadir, dan juga para wisudawan/wisudawati. Bahkan, seorang dosen dari perguruan tinggi lain menghampiri saya mengatakan ‘merinding dan menggetarkan hati’ setelah mendengarkan IRI dan Sistem Ekonomi Murakabi."
"Dia ingin sekali mendiskusikan atau mengadakan seminar di Kampusnya untuk waktu yang akan datang ‘kami sangat merindukan pemikiran seperti ini’', terang Agus.
Melalui media ini Agus menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pimpinan STIE Assholeh beserta Civitas Akademika yang telah memberikan kesempatan istimewa bagi pribadinya untuk hadir dalam kebahagiaan bersama tersebut. (Press Release)