Terkini Daerah
Sejarah Pembangunan Bandara Kertajati yang Landasan Pacunya Terbakar
Kebakaran terjadi di sekitar Bandara Kertajati, Bandung pada Sabtu (28/9/20190 pagi.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Kebakaran terjadi di sekitar Bandara Kertajati, Bandung pada Sabtu (28/9/20190 pagi.
Kobaran api terlihat di ujung landasan pacu (runway) atau 100 meter di belakang gudang kargo.
Akibat kebakaran itu, penerbangan maskapai Lion Air JT 950 rute Batam-Kertajati dan JT 902 rute Deliserdang-Kertajati dialihkan untuk mendarat menuju Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Meski demikian, kebakaran dapat dipadamkan oleh Petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK).
Berikut sejarah Bandara Kertajati:
Sejarah Awal
Rencana pembangunan Bandara Kertajati diketahui sudah ada sejak tahun 2003 silam.
• Penjelasan KPK soal Beredarnya Foto Novel Baswedan di Bandara yang Dinarasikan Mau Jalan-jalan
Harian Kompas, 18 September 2004 memberitakan, Pemerintah Provinsi Jabar telah mengajukan pembangunan bandara baru di luar Bandung kepada Menteri Koordinator Perekonomian.
Bandara bertaraf internasional tersebut akan dibangun di Desa Palasah Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.
Bandara ini diharapkan mampu meringankan beban Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta yang tidak memungkinkan lagi untuk dikembangkan.
Namun, pembangunan bandara tersebut sempat mendapat kritikan karena lokasinya berdekatan dengan daerah lain yang telah memiliki bandara komersil.
Tercatat ada 2 bandara yang berada di dekat Majalengka, yaitu Bandara Husein Sastranegara (Bandung) dan Bandara Nusawiru (Ciamis).
Meski telah direncanakan sejak tahun 2004, pembangunanan ini tak kunjung terealisasi hingga tahun 2015.
• Kebakaran Terjadi di Dekat Bandara Soekarno-Hatta, Diduga Ada Warga yang Masih Terjebak Kobaran Api
Pembangunan Harian Kompas, 23 Januari 2007 menyebutkan, Rencana pembangunan bandar udara (bandara) Kertajati sebagai penyokong bandara internasional Jawa Barat dipercepat dari tahun 2012 menjadi 2010.
Akan tetapi, masalah pembebasan lahan tak kunjung selesai menjadi salah satu penghambat pembangunan bandara ini.
Hingga pada akhirnya mega proyek bandara ini mulai dibangun pada akhir Desember 2015.
Dikutip dari Harian Kompas, 12 Januari 2016, Pembangunan Bandara Kertajati ini terbagi menjadi dua, yaitu fasilitas sisi udara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan dan fasilitas sisi darat yang menjadi tanggung jawab PT BIJB.
Dengan menggunakan konsep aetropolis, pembangunan bandara ini juga terintegrasi dengan pembangunan Kota Bandara Kertajati seluas 3.200 hektare.
Peresmian
Penantian panjang Bandara Kertajati akhirnya berakhir di tahun 2018.
Bandara kebanggaan warga Jawa Barat ini resmi beroperasi pada 24 Mei 2018, seperti dikutip dari Kompas.com (25/5/2018).
Peresmian pengoperasian bandara tersebut ditandai dengan pendaratan pertama atau historical landing.
Bandara Kertajati menjadi satu-satunya bandara di Indonesia yang pengelolaannya dilakukan BUMN (PT Angkasa Pura II) dan BUMD (PT BIJB, BUMD milik Pemprov Jabar).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Runway Bandara Kertajati Terbakar, Ini Sejarah Pembangunannya...".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/bandara-kertajati_20180524_091030.jpg)