Aksi Mujahid 212
Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI akan Suarakan 4 Isu, Ketua: Negara Tak Sedang Baik-Baik Saja
Sejumlah gabungan organisasi masyarakat (Ormas) islam dan beberapa warga mengikuti Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKR di Istana Negara.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Sejumlah gabungan organisasi masyarakat (Ormas) islam dan beberapa warga mengikuti Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI, Sabtu (28/9/2019).
Dilasnsir TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (28/9/2091), Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI diselenggarakan di depan Istana Negara, Jakarta.
Ketua Panitia, Ustad Edy Mulyadi mengungkapkan terdapat empat isu yang akan disampaikan dalam aksi tersebut.
• Akses ke Istana Negara Ditutup Kawat Berduri, Massa Aksi Mujahid 212 Tertahan di Depan Patung Kuda
• Tanggapan Aa Gym, MUI Jabar, hingga KPAI soal Aksi Mujahid 212 di Depan Istana Negara Pagi Ini
Menurutnya, keempat isu tersebut menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Isu pertama yang akan disuarakan dalam aksi tersebut yaitu unjuk rasa mahasiswa menolak UU KPK dan RKUHP yang berakhir ricuh beberapa waktu yang lalu.
Aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa hari terakhir menimbulkan korban luka, hilang, bahkan tewas.
Edy mengungkapkan, Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI juga akan menyuarakan tentang adanya tindakan represif aparat kepolisian terhadap para pelajar dan mahasiswa.
Seperti diketahui, terdapat sejumlah pelajar dan mahasiswa yang mengalami luka saat aksi unjuk rasa menolak UU KPK dan RKHUP beberapa waktu terkahir.
"Aksi yang berlangsung spontan dan tanpa komando yang jelas ini pun berakhir ricuh dan diamankannya ratusan pelajar oleh pihak aparat," kata Edy, Jumat (27/9/2019).
Ia melanjutkan, kerusuhan yang terjadi di Papua dan Wemena juga menjadi dasar diselenggarakannya Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI di depan Istana Negara itu.
Edy mengaku khawatir dengan kerusuhan Papua dan Wamena yang telah menelan banyak korban.
Lebih lanjut Edy menjelaskan, isu keempat dilakukannya aksi itu adalah masalah kebakaran lahan dan kabut asap yang sampai saat ini belum terselesaikan.
Bencana kabut asap di beberapa wilayah di Indonesia telah merenggut nyawa sejumlah warga dan menyebabkan masyarakat terdampak mengalami infeksi saluran pernapasan (Ispa).
Atas empat permasalahan tersebut, Edy menyebut Indonesia saat ini tidak dalam keadaaan yang baik-baik saja.
"Berbagai kondisi ini menunjukkan negeri kita tidak dalam keadaan baik-baik saja," ujar Edy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/massa-aksi-mujahid-212-yang-melakukan-long-march-dari-bundaran-hotel-indonesia.jpg)