Demo Tolak RKUHP dan RUU KPK
Polisi Sebut 5 Ambulans Pemprov DKI Angkut Batu dan Bensin saat Rusuh di Senayan
Video tentang ambulas milik Pemprov DKI yang berisi batu bensin itu beredar di media sosial.
Editor: Lailatun Niqmah
Beberapa di antaranya mengenakan helm dan melemparkan batu ke arah barisan polisi.
Di antara mereka juga ada yang memanjat pagar lalu berlari-lari sambil mengibarkan bendera merah putih.
• Fotonya saat Demo Viral karena Kecantikannya, Mahasiswi UI Livia Ellen Mengaku Kecewa
Selain melempar batu, massa membawa obor serta tongkat dan dipukul-pukulkan ke segala arah.
Di belakang barisan polisi terlihat beberapa wartawan yang berusaha merekam demo yang ricuh itu.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, polisi tampak berjaga di flyover Slipi pukul 19.00 WIB.
Aparat polisi mengingatkan agar massa berhenti melemparkan batu hingga petasan.
"Cukup cukup kami bukan musuh kalian, jangan lakukan pelemparan-pelemparan," ujar Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo Condro dengan pengeras suara.
Susatyo juga meminta massa demo pelajar untuk segera meninggalkan lokasi dan tidak memblokade jalan tol.
Susatyo mengingatkan untuk pelajar yang berjuang menyampaikan aspirasinya untuk tidak merugikan masyarakat.
"Tolong adik-adik, kalau kalian mau bela rakyat jangan sakiti para rakyat yang mau lewat jalan ini. Mereka baru pulang kerja, kasihan," ucapnya.
Selain itu, Susatyo mengingatkan para pendemo untuk tidak melakukan kekerasan sehingga memicu tembakan gas air mata.
"Tolong jangan provokasi kami, kami sudah menahan diri. Tolong hentikan, sudah," perintah Susatyo.
"Teman-teman kami banyak yang jadi korban," imbuhnya.
• Sosok dan Biodata Atiatul Muqtadir, Presiden BEM UGM yang Jadi Trending Twitter seusai Tampil di ILC
Meski sudah diperingatkan, massa tetap saja melakukan aksi ricuh.
Mereka terus melemparkan batu dan petasan ke arah aparat kepilisian.