Revisi UU KPK
Sebut KPK Pengaruhi Ekonomi Negara, Fahri Hamzah: Gimana Ada yang Investasi kalau Nangkep Terus?
Fahri Hamzah menyebut perekonomian Indonesia tak kunjung berkembang karena banyaknya penangkapan pejabat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Fahri Hamzah lantas menyoroti tindakan KPK yang dinilainya kurang koordinasi dengan lembaga lain dalam melaksanakan tugasnya.
"Kenapa dia (KPK) enggak besarkan polisi dan kejaksaan? Kenapa dia berantem? Kenapa dia enggak konsolidasi?," tanya Fahri Hamzah.
KPK dianggapnya sebagai wakil presiden (wapres) kedua, setelah Jusuf Kalla.
• OTT di Jakarta dan Bogor, KPK Tangkap 9 Orang, Tiga di Antaranya Direksi Perum Perindo
Fahri Hamzah menyebut KPK dalam melaksanakan tugas dan wewenang kurang koordinasi dengan presiden.
"Saya mengatakan KPK adalah wapres kedua, kalau dia ngerti dia konsolidasi ke semuanya," kata dia.
"Termasuk dia konsolidasi ke presiden, harusnya itu yang dilakukan, tapi ini enggak."
Ia menyebut selama ini KPK seperti menjalankan tugas sendiri tanpa koordinasi dengan pihak lain.
"Di sini (KPK) sistem sendiri, zona sendiri, tiba-tiba tangkap, sadap, tangkap," ungkapnya.
"Salah itu, semua cara kerja itu yang keliru tidak dikenal lagi dalam tradisi demokrasi," terangnya.
Simak Video Selengkapnya Berikut Ini Menit 6.41:
Fahri Hamzah Sebut KPK Salah Persepsi
Sebelumnya, Fahri Hamzah menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama ini keliru dalam memahami tugas dan wewenang.
Fahri Hamzah mengungkap KPK seharusnya menjalankan tugas supervisi, koordinasi dan monitoring.
Ia menyebut KPK selama ini seperti menganggap institusinya adalah pahlawan karena melakukan pemberantasan korupsi.
"KPK membangun persepsi yang keliru tentang dirinya," kata Fahri Hamzah.