Kasus Imam Nahrawi

Ali Ngabalin Sebut Imam Nahrawi Harus Lepaskan Jabatan sebagai Menpora: Jokowi Tak Mau Kompromi

Tenaga Ahli Utama Kantor Sekertariat Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menyebutkan Imam Nahrawi harus melepaskan jabatan sebagai Menpora.

Ali Ngabalin Sebut Imam Nahrawi Harus Lepaskan Jabatan sebagai Menpora: Jokowi Tak Mau Kompromi
Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV
Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Utama Kantor Sekrtariat Presiden 

TRIBUNWOW.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Sekertariat Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menyampaikan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan kompromi terhadap kasus korupsi yang menjerat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Dikutip TribunWow.com dari saluran YouTube KOMPASTV yang diunggah Rabu (18/9/2019), Ali Mochtar Ngabalin menyampaikan, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Imam Nahrawi harus melepaskan jabatannya sebagai Menpora.

Menurut Ngabalin, hal itu juga telah dilakukan oleh pejabat lain yang terjerat kasus korupsi.

Tenaga Ahli Utama Kantor Sekrtariat Presiden Ali Mochtar Ngabalin
Tenaga Ahli Utama Kantor Sekrtariat Presiden Ali Mochtar Ngabalin (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

"Iya, seperti biasanya ada yusrisprudensi kalau para pejabat baik di kabinet atau di kementrian lembaga ketika ditetapkan sebagai tersangka seperti ini tentu seperti yang sudah lalu kita lihat meletakkan jabatan," ujar Ngabalin.

Imam Nahrawi Mundur dari Kabinet, Begini Respons Jokowi saat Ditanya Kemungkinan Kemenpora Dihapus

Menurutnya, Jokowi mengetahui kabar Menpora menjadi tersangka kasus korupsi dari media massa.

"Dari KPK pasti tidak, presiden tentu saja melihat dari media atau biasanya dari Pak Sekertaris Negara setelah baca dan melihat dari media massa," ucap Ngabalin.

Ngabalin menambahkan, Jokowi tidak pernah mau kompromi terkait menteri kabinetnya yang terjerat kasus korupsi.

"Kalau terkait dengan masalah tindak pidana korupsi seperti biasa bapak presiden tidak pernah berkompromi termasuk terkait dengan para menterinya."

"Untuk itu saya pikir Aiman dan publik tanah air tentu kita punya keyakinan yang sama siapapun ketika terkait dengan tindak pidana korupsi bapak presiden tidak mungkin bisa kompromi," kata Ngabalin.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penetapan status tersangka terhadap Imam Nahrawi seharusnya dapat menjadi pelajaran bagi pejabat lainnya untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved