Bencana Kabut Asap Karhutla
Hubungkan Kebakaran Hutan dengan Pikada 2020, Made Ali: Pak Karni, Jangan Heran Mereka Tidak Datang
Koordinator JIKA LAHARI, Made Ali menuturkan bahwa di masa akan pemilihan kepala daerah (Pilkada) banyak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Koordinator Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (JIKA LAHARI), Made Ali menuturkan bahwa di masa akan pemilihan kepala daerah (Pilkada) banyak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi.
Dilansir TribunWow.com, hal ini diungkapkan Made Ali saat menjadi narasumber program Indonesia Lawyers Club (ILC), yang diunggah dalam saluran YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (17/9/2019).
Mulanya ia membahas mengenai hubungan pemerintah daerah dengan korporasi yang menjadi pelaku karhutla.
• Di ILC, Fadli Zon Sindir Jokowi yang Marah-marah soal Karhutla tapi Tak Ada Hasil: Weak Leadership
Ia mengatakan ada alasan jika para bupati tidak bersedia datang membahas mengenai karhutla.
"Nah di 2019 ada fakta menarik, kenapa bupati tidak mau dirapat (datang) pak? (Tahun) 2020 ada 8 kabupaten yang mau Pilkada di Riau," ungkap Made.
Ia menyebut bahwa para petinggi membutuhkan korporasi untuk menjadi sumber pendanaanya.
"Jadi dari mana dia akan dapat duit kalau dia (menantang) keras korporasi, kalau dia keras dengan ini maka sumber pendanaannya akan sulit," sebutnya.
Made kemudian menuturkan bahwa di tahun 2008 Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pelalawan, Tengku Azmun Jaafar sebagai tersangka kasus korupsi kehutanan.
Dalam penyelidikan, KPK menemukan bahwa uang hasil korupsi dari meloloskan perizinan korporasi tersebut dipakai untuk maju dalam pilkada periode kedua.
"Ada fakta menarik, tahun 2008 waktu KPK mau membongkar kasus korupsi kehutanan, bupati terpidana Tengku Azmun Jaafar dia mau naik periode ke dua, dia bikin izin (korporasi yang membakar lahan), uang itu memang untuk naik di periode kedua. Itu ada semua di putusan (pengadilan) korupsi," bebernya.
• Di ILC Fadli Zon Bandingkan Marah Soeharto dan Jokowi: Pak Harto Ngomong Gebuk, Langsung Stabil
Ia pun mengatakan kepada Karni Ilyas agar memahami apa maksudnya.
"Pak Karni, 2020 akan pilkada jadi jangan heran mereka tidak akan datang," paparnya kepada Karni Ilyas.
"Jadi sekarang lagi bebas bakar hutan di Riau?," tanya Karni Ilyas.
"Iya, karena ada penelitian dari teman-teman kalau mau Pilkada hotspot naik. Jadi perlu dicermati," pungkasnya.
Lihat videonya dari menit ke 7:38