Breaking News:

Bencana Kabut Asap Karhutla

Soal Karhutla di Riau, Wiranto: Yang Punya Wilayah adalah Pemda

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto angkat suara soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.

Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Kompas.com
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (29/8/2019). Wiranto angkat suara soal permintaan referendum di Kabupaten Deiyai, Papua. 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto angkat suara soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.

Diketahui Wiranto bersama jajaran pemerintahan telah berada di Riau.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun membuat rapat terbatas soal karhutla Riau.

Wiranto yang turut hadir duduk paling dekat dengan Jokowi.

Jokowi Minta Laporan Menteri soal Karhutla: Tak Perlu Banyak, yang Penting Tindakan di Lapangan

Ia juga turut mengunggah foto rapat terbatas itu melalui Instagram milikya, @wiranto.official, Selasa (17/9/2019).

Sembari mengunggah foto rapat, Wiranto memberikan caption isi rapat tersebut.

Menkopolhukam menilai karhutla di Riau merupakan wilayah dari Pemda.

Dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa akan ada proses hukum untuk pelaku pembakaran hutan baik secara korporasi maupun perorangan.

Datangi Riau, Jokowi Perintahkan Hujan Buatan Lebih Besar: Percuma Kalau Tanpa Dukungan Pemda

"Dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo terkait karhutla.

Beliau memberi penekanan bahwa hukum harus dilakukan keras dan tegas kepada siapa pun pelaku pembakaran yang menyebabkan karhutla.

Untuk diketahui, sesuai laporan yang diterima, proses hukum pada pelaku pembakaran baik korporasi dan perorangan telah dilaksanakan.

Beliau juga memberikan penekanan bahwa tanggung jawab daerah ini harus diutamakan.

Karena yang punya wilayah adalah Pemda, jangan hanya tergantung pusat untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan ini.

Peran Pemda, provinsi, kabupaten, kota, harus betul-betul tahu permasalahan ini.

#BersamaLawanKarhutla," tulis Wiranto.

Unggahan Wiranto soal Karhutla di Riau, Selasa (17/9/2019)
Unggahan Wiranto soal Karhutla di Riau, Selasa (17/9/2019) (Instagram @wiranto.official)

Jokowi juga Singgung Pemda

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Kota Pekanbaru, Riau untuk rapat membahas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bersama para pejabat terkait, Senin (16/9/2019).

Dilansir TribunWow.com dari unggahan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (17/9/2019), dalam rapat tersebut, Jokowi memerintahkan agar diturunkan hujan buatan yang lebih besar dari sebelumnya.

Namun Jokowi juga menyinggung soal peran pemerintah daerah yang akan membuat usaha pemadaman api percuma lantaran tak ada dukungan.

Awalnya, Jokowi sudah menyinggung soal jajaran pejabat pemerintahan atau perangkat daerah mulai dari gubernur hingga kapolda.

Pimpin Rapat Karhutla di Riau, Jokowi: Semua Harusnya Siap, tapi Ini Lalai Lagi hingga Asap Membesar

Jokowi menyebut masing-masing perangkat kurang bekerja maksimal sehingga tindakan pencegahan meluasnya titik api pun sulit dihindari.

Kini dalam kunjungannya itu Jokowi memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulanan Bencana untuk menurunkan hujan buatan seperti pekan lalu namun lebih besar.

"Hari Jumat yang lalu saya sudah juga perintah kepada panglima, kepada Kepala BNPB, untuk dilakukan hujan buatan. Saya kira sudah dikerjakan," ujar Jokowi.

"Dan hari ini juga, kita harapkan nanti besok juga dilakukan hal yang sama dalam jumlah yang lebih besar," imbuh Jokowi.

Tak hanya memerintahkan penurunan hujan buatan, Jokowi juga sudah memerintahkan pasukan untuk turut membantu usaha pemadaman api karhutla.

"Pasukan pun sudah kita tambahkan, saya perintahkan hari Jumat untuk ditambah ke sini," kata Jokowi.

Jokowi Akhirnya Sampai di Riau, Langsung Lakukan Rapat dan akan Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran

Namun Jokowi kembali menyinggung bahwa segala usaha pemadaman yang dilakukan akan sia-sia jika tak ada dukungan dari pemerintah setempat.

"Tetapi sekali lagi kalau tidak ada dukungan dari pemerintah daerah, ini adalah pekerjaan besar yang akan sulit diselesaikan," ucap Jokowi.

Jokowi mengungkit peristiwa karhutla yang sudah terjadi dan menyimpulkan bahwa yang seharusnya dilakukan adalah sikap waspada untuk pencegahan kebakaran.

"Pengalaman kita tahun-tahun sebelumnya seperti itu. Jadi kuncinya ada di pencegahan, jangan sampai ada titik api satu pun muncul dan dibiarkan," kata Jokowi.

Lantaran kini status Riau sudah siaga darurat, Jokowi kembali mengimbau untuk melakukan usaha yang lebih maksimal agar kabut asap tak mengganggu aktivitas, terutama di bidang ekonomi.

"Dan Provinsi Riau sudah dinyatakan status siaga darurat. Luas lahan yang terbakar juga sudah mencapai puluhan ribu hektar," ungkap Jokowi.

"Jangan sampai ini mengganggu aktivitas penerbangan, sehingga berimbas pada pertumbuhan ekonomi, aktivitas ekonomi yang ada di Provinsi Riau ini yang tidak kita harapkan," imbuhnya.

Rapat Karhutla di Riau, Jokowi Singgung Peran Gubernur hingga Kapolda: Tidak Diaktifkan dengan Baik

Diberitakan Kompas.com, Selasa (17/9/2019), titik panas atau hotspot penyebab karhutla di Kalimantan Timur hingga Senin (16/9/2019) berjumlah 221 lokasi.

Hal tersebut berdasarkan pantauan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Samarinda.

Titik panas yang berpotensi memicu karhutla tersebar di Paser (50 titik), Bontang (5), Kukar (53), Berau (58), Mahakam Ulu (8), Kubar (12), Kutai Timur (26), dan Samarinda (8).

Pantauan itu menggunakan citra dari empat satelit yakni Aqua, Terra, SNPP, dan NOAA 22.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Samarinda, Sutrisno, menyebut titik panas itu bergerak fluktuatif pada cuaca yang panas.

Jarak pandang di Bandara APT Pranoto Samarinda hanya 200 meter pada Senin pagi.

Disebutkan penyebab umum kabut asap yang terjadi di Kalimantan Timur adalah berasal dari karhutla di beberapa daerah seperti Kutai Kertanegara, Penajam, hingga Berau.

Video Pantauan Karhutla Riau dari Udara, Lahan Hijau Tertutupi Kabut Asap Pekat, Lihat Penampakannya

Namun sebagian lainnya merupakan asap kiriman dari Kalimantan Tengah atau Kalimantan Barat.

Pasalnya, arah angin berhembus dari tenggara sampai barat daya sehingga mengarah ke Kalimantan Timur.

Kabut asap juga menyerbar ker beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Di Malaysia, lima kota sudah menunjukkan angka berbahaya sehingga sekolah diliburkan.

Sementara di Singapura, jika kondisi kabut asap terus memburuk.

Pelaksanaan kompetisi balap Formula 1 yang akan digelar pada Jumat hingga Minggu pekan depan pun terancam.

Berikut video lengkapnya (menit ke-3:44):

(TribunWow.com/Tiffany Marantika/ Ifa Nabila)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)WirantoBencana kabut asap karhutlaPresiden Joko Widodo (Jokowi)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved