Liga 1
Penyebab Tarikan Motor Matic hanya Mentok di 60 Km/Jam, Periksalah Bagian Ini
Ketika motor matic Anda hanya bisa lari dengan kecepatan 60 km/jam, bisa dipastikan ada hal yang bermasalah. Cobalah periksa bagian ini.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Ketika motor matic Anda hanya bisa lari dengan kecepatan 60 km/jam, bisa dipastikan ada hal yang bermasalah.
Hal itu biasanya ditandai dengan tenaga motor menjadi lebih berat dan tarikan lemah.
Dikutip TribunWow.com dari GridOto.com, Selasa (17/9/2019), penyebab dari motor matic hanya mentok di kecepatan 60 km/jam adalah adanya kerusakan di CVT.
Lebih tepatnya adalah pada bagian rollernya.
• Penyebab Oli Mesin Naik ke Box Filter Udara, Inilah Dampak Buruknya
"Kalau motor matic enggak mau lari hanya raungan mesin saja, bisa jadi tanda roller sudah peang," ujar mekanik bengkel spesialis motor matic, Zaenal.
Roller peang akan berdampak pada putaran pulley depan (drive pulley) menjadi kurang maksimal.
"Karena roller peang, roller enggak bisa membuka pulley depan secara maksimal," imbuhnya.
"Efeknya mesin cuma meraung saja, larinya paling di 60 km/jam."
"Lebih berasa kalau motor matic dibawa ke jalan tanjakan, cuma gerung saja, tenaganya ngempos," jelasnya.
• Masalah Sepele, Tekanan Angin Ideal untuk Ban Motor Juga Perlu Diperhatikan, Berikut Penjelasannya
Sebaiknya segeralah untuk mengganti roller agar tidak merambat ke komponen lainnya.
Selain itu, konsumsi bahan bakar juga jadi boros.
Efeknya sudah pasti bensin jadi lebih boros dan lari mesin tidak maksimal," tutup Zaenal.
Kebiasaan Menahan Rem Motor saat Keadaan Jalan Berdampak pada CVT hingga V-belt
Secara tidak disadari pengendara motor sering melakukan kebiasaan buruk dengan menahan rem saat dalam keadaan berjalan, khususnya pada motor matic.
Kebiasaan buruk dengan menahan rem saat motor berjalan bisa berdampak pada komponen di CVT motor matic.
Tidak hanya pada CVT motor matic, menahan rem dalam keadaan berjalan juga bisa merembet ke V-belt.
Dikutip TribunWow.com dari GridOto.com, Senin (26/8/2019), Marketing OEM R2 Bando Indonesia, Soeparmo mengatakan ketika menahan rem saat motor berjalan maka bisa membuat CVT motor matic bisa cepat jebol.
• Memiliki Peran Penting, Perhatikan 4 Hal Ini Saat Melakukan Pengeraman
Soeparmo menjelaskan hal itu akan menbuat laju motor matic menjadi tertekan dan memaksa CVT harus bekerja lebih keras.
"Saat motor matic melaju tapi tuas rem selalu ditahan membuat CVT bekerja keras," ujar Soeparmo.
"Saat motor matic berjalan tapi tuas rem ditekan membuat laju motor matic tertahan," imbuhnya.
Dirinya menambahkan, tidak hanya berlaku untuk rem belakang, tetapi juga pada rem depan.
Namun, menurut Soeparmo kebiasaan buruk tersebut sering dilakukan pada rem belakang.
"Tapi biasanya seringnya itu menahan rem belakang," jelas Soeparmo.
Selain berdampak pada CVT, menahan rem juga bisa menyasar pada kondisi kampas rem yang bisa cepat habis.
Dan terakhir bisa memangkas usia dari v-belt.
"Kampas ganda juga akan cepat habis. Sudah pasti akan merembet kemana-mana, termasuk usia pemakaian v-belt," pungkasnya.
(TribunWow.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/roller-peyang.jpg)