Breaking News:

Revisi UU KPK

Ini Alasan ICW Sindir Para Mantan Aktivis yang 'Hilang' karena Terlalu Dekat dengan Istana

Ini alasan ICW menyindir sejumlah mantan aktivis di lingkar Istana yang dinilai tidak terdengar atau terlihat pengaruhnya di kekuasan.

Instagram ICW
Indonesia Corruption Watch menyindir aktivis-aktivis yang dulu kritis tetapi kini dianggap hilang suaranya setelah bergabung ke Istana. 

Diketahui, dulunya mereka merupakan aktivis di bidangnya masing-masing.

Sebagai caption foto, ICW menuliskan kalimat seolah mencari keberadaan mereka yang telah lama hilang.

"Mohon bantuan teman-teman @kontras_update untuk menemukan para senior yang terhormat ini, karena mereka telah pergi tanpa pesan di tengah kegentingan kerja-kerja pemberantasan korupsi dan penegakan hak asasi manusia," bunyi caption foto tersebut.

Viralnya unggahan ICW tersebut berkaitan dengan langkah Presiden Jokowi yang mengeluarkan Surat Presiden untuk membahas revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat dikonfirmasi, Koordinator ICW Adnan Topan Husodo menyebut unggahan tersebut merupakan buah kekecewaan masyarakat sipil dan pegiat antikorupsi atas revisi UU KPK.

"Kemarin itu teman-teman merasa kecewa dengan output beberapa hal yang mendasar untuk menjaga dan mengawal produk reformasi yang khususnya menyangkut soal KPK,” ujar Adnan saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/9/2019).

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo saat ditemui di Hotel Mercure Cikini, Jakarta, Kamis (29/8/2019).
Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo saat ditemui di Hotel Mercure Cikini, Jakarta, Kamis (29/8/2019). (KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN)

Adnan mengatakan, niat membuat unggahan tersebut bukan mencerminkan perpecahan.

Justru, ICW ingin menunjukkan bahwa para aktivis tersebut masih memegang teguh independensi dan sikap yang tak bisa dipengaruhi, meski orang-orang yang disebutkan itu pernah berada di barisan yang sama dengan mereka.

Adnan meyakini, orang-orang di lingkungan Istana Kepresidenan tersebut sudah berupaya keras untuk menjaga marwah KPK.

Namun, yang dilihat orang luar adalah hasilnya sangat jauh dari harapan.

"Output-nya kenapa ini kok lebih jelek dari proses sebelumnya di jaman SBY, waktu KPK juga UU-nya berapa kali direvisi tapi ditahan. Teman di luar juga belum masuk ke dalam," kata Adnan.

“Jadi bukan pada prosesnya, tapi karena output-nya mengecewakan,” lanjut dia.

Adnan juga mengkritisi sikap Jokowi yang mengecewakan.

Ia menganggap, pemerintah justru memuluskan rencana pelemahan KPK dengan mengutus dua menterinya membahas revisi UU KPK bersama DPR.

"Sikap Presiden dipengaruhi beberapa hal, termasuk kesadaran Presiden sendiri. Kita dengar teman-teman di dalam melakukan sesuatu biar itu tidak terjadi," kata Adnan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Tags:
Johan BudiIndonesia Corruption Watch (ICW)ICWTeten MasdukiAdnan Topan HusodoKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved