Kabar Tokoh
Dapat Tantangan Perang dari Gubernur Maluku, Susi Pudjiastuti: Masa Mau Perang Sama Menteri?
Susi Pudjiastuti jelaskan bahwa dirinya dan Gubernur Maluku hanya memiliki komunikasi yang tidak baik sehingga ada salah paham.
Penulis: AmirulNisa
Editor: Rekarinta Vintoko
"Itu harusnya Pemda yang mengurus, bukan kami. Karena mengoptimalkan fasilitas sudah diserahkan ke Pemda," ucap Susi Pudjiastuti.
"Dari dulu Ibu selalu mendorong tiap daerah untuk bisa melakukan pelelangan ikan di pelabuhan masing-masing. Karena apa? Kalau pelabuhannya jalan, ekonomi daerah juga akan hidup," tambahnya.
Selain itu, Susi Pudjiastuti juga ingin sistem ekspor ikan dapat dilakukan langsung dari setiap pelabuhan.
Sedangkan selama ini ikan-ikan dari Maluku harus dibawa ke beberapa daerah hingga akhirnya bisa diekspor.
Ia juga menyebut pemerintah memiliki tugas untuk melakukan perbaikan sistem ekspor.
"Semua wilayah harus bisa ekspor langsung dari pelabuhan. Langsung saya dukung penuh. Ini yang jadi PR untuk pemerintah, untuk kami, untuk memperbaiki rute-rute logistik sehingga menjadi lebih logis, lebih rasional, dan lebih efisien," jelas Susi Pudjiastuti.
Sebelumnya, Susi Pudjiastuti mengirim lima pejabat KKP untuk bertemu langsung dengan Murad Ismail.
Lima pejabat tersebut terbang langsung ke Maluku dan bertemu dengan Murad Ismail pada Kamis (5/9/2019).
• Telat 1 Jam, Gubernur Maluku Akhirnya Temui Utusan Menteri Susi Pudjiastuti setelah Nyatakan Perang
Lima pejabat yang dikirm adalah Dirjen Tangkap M Zulficar, Dirjen Pengawasan Sumber Daya Keluatan (PSDKP) Agus Suherman, staf ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Yunus Husein, serta Dirjen Pelabuhan Perikanan Dirjen Perikanan Tangkap KKP Frist Lesnussa.
Sedangkan Murad Ismail menemui lima utusan tersebut, didampingi dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Romelus Far Far serta beberapa pejabat terkait.
Setelah pertemuan dengan kelima utusan dari KKP, Murad Ismail mengaku bahwa ucapan perang hanyalah kelakarnya saja.
"Jadi perang itu perang main-main saja, kalau di laut kan pistol air, bukan pistol betulan. Kalau dulu saya Dankor Brimob, baru saya pakai pistol benar,” ucap Murad Ismail, Kamis (5/9/2019).
Murad Ismail juga menjelaskan bahwa komunikasinya dengan Susi Pudjiastuti tidak berjalan dengan baik.
“Sebenarnya kita orang Maluku tidak benci kepada Ibu Susi, terutama saya. Tidak ada sedikit pun membenci. Cuma selama ini kita tidak punya komunikasi yang baik, koordinasi dan tidak terjadi kolaborasi, sehingga hal-hal sedikit saja yang muncul jadi hal yang besar," Murad Ismail.
(TribunWow.com)
WOW TODAY:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/menteri-kelautan-dan-perikanan-susi-pudjiastuti-mengenakan-kebaya-saat-17-agustus.jpg)