Breaking News:

Terkini Daerah

Zaenal Tewas setelah Dipukul Oknum Polisi, Ayah: Lebih Baik Dipenjara 10 Tahun daripada Dipukul Mati

Zaenal tewas setelah dipukul oknum polisi di Lombok Timur saat mengambil motor, ayah: Lebih baik dipenjara 10 tahun daripada dipukul dan mati.

Tayang:
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Claudia Noventa
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi pembunuhan 

TRIBUNWOW.COM - Sahabudin, ayah Zaenal Abidin, pemuda yang tewas setelah dipukul oknum polisi, menyebut lebih baik putranya dipenjara 10 tahun dibanding harus dipukul hingga meninggal dunia.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Senin (9/9/2019), diketahui, Zaenal tewas setelah berkelahi dengan anggota Satlantas Polres Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (5/9/2019).

Sahabudin menyebut ia mengetahui anaknya masuk rumah sakit dari pihak kepolisian dan mengira anaknya hanya sakit biasa.

“Awalnya, ibunya yang pergi dulu (ke rumah sakit), saya akan pergi selesai salat Jumat, karena saya mengira anak saya sakit biasa,” ungkap Sahabudin, saat ditemui di rumahnya, Minggu (8/9/2019).

Sahabudin pun terkejut saat melihat kondisi putranya di rumah sakit dalam kondisi babak belur.

Sempat Ribut dengan Polisi karena Masalah Tilang, Pria Asal Lotim Tewas, Tubuhnya Banyak Memar

Terdapat luka memar di bagian wajah, belakang leher, dan bagian kaki.

Tak tega melihat kondisi putranya, Sahabudin sempat berpikir lebih baik anaknya dipenjara daripada harus dipukuli hingga akhirnya meninggal.

“Dalam hati saya menyebutkan, lebih baik saya lihat Zaenal masuk penjara 10 tahun, daripada dipukul dan mati,” ujar Sahabudin.

Sahabudin tak sanggup membayangkan sakit yang diderita putranya setelah dipukuli.

"Tidak bisa saya bayangkan bagaimana rupa anak saya itu jika saat dipukul. Dipenjara saja 10 tahun tidak apa-apa," sambung Shabudin.

31 Wanita Jadi Korban Prostitusi Online di Karimun, Kedok Lowongan Kerja hingga Dijual Rp 2 Juta

Kapolda NTB Irjen Nana Sudjana mengungkap kronologi perkelahian antara oknum polisi dengan Zaenal.

Mulanya Zaenal mendatangi Polres Lombok Timur untuk mengambil sepeda motornya yang disita polisi saat razia operasi patuh.

Zaenal mendatangi lapangan apel Satlantas Polres Lotim pada Kamis (5/9/2019), sekira pukul 20.20 WITA.

Saat itu, anggota Satlantas Aipda I Wayan Merta Subagia dan Bripka Nuzul Husein sedang bertugas menjaga kendaraan yang disita dari operasi patuh di Polres Lombok Timur.

Kemudian Zaenal datang dengan mengendarai motor melawan arus dan tidak memakai helm.

Lisa Marlina yang Diduga Hina Bali Akui Iseng, Niluh Djelantik Tak Kunjung Datang ke Polda Bali

Halaman 1/2
Tags:
PolisiPerkelahianNusa Tenggara Barat (NTB)
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved