Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang
Kisah Pilu Sopir Truk Korban Tewas Kecelakaan Beruntun, Minta Dipotongkan Ayam sebelum Meninggal
Sopir truk Iwan (34) menjadi korban tewas dalam insiden kecelakaan beruntun di Tol Cipularang pada Senin (2/9/2019).
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Lailatun Niqmah
Namun Ratna menolak permintaan Iwan, dan korban pun menjual ayam tersebut yang diketahui pemberian dari orangtuanya.
Korban yang merupakan warga Kampung Tanggulin, Sepatan Timur Kota, Kabupaten Tangerang, mengaku menjual ayam untuk tambahan membeli sepatu sang anak.
"Minggu siang sebelum malamnya berangkat ke Bandung, almarhum sempat jual ayam dulu katanya buat tambahan beli sepatu bola Ibrahim (anaknya)," ujar Ratna saat ditemui di rumah duka, Selasa (3/9/2019).
Ratna mengaku memang putranya sudah beberapa kali meminta untuk dibelikan sepatu bola baru.
Iwan pun merasa perlu untuk membelikan sepatu baru untuk putranya itu.
• Pegiat Keselamatan soal Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Minta Tak Kaitkan dengan Mistis
Kerena itu, Iwan rela menjual ayam hingga mecari pekerjaan tambahan, untuk membelikan sepatu baru putranya.
Ratna menyebut bahwa saat kecelakaan tersebut, Iwan harusnya libur dan tidak bekerja.
"Minggu itu seharusnya dia libur, tapi akhirnya dia masuk. Katanya buat tambahan juga buat beli sepatu. Minggu malam dia berangkat ke Bandung," ucap Ratna.
Nahas sepatu untuk sang putra tidak terbeli, dan Iwan pun harus tewas dalam kecelakaan beruntun di Tol Cipularang.
Daftar Kendaraan dan Daftar Korban Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang:
Kecelakaan beruntun yang melibatkan setidaknya 20 kendaraan terjadi di Tol Cipularang.
Kecelakaan beruntun yang terjadi pada Senin (2/9/2019) pukul 12.20 WIB ini menelan korban tewas 8 orang.
Sedangkan lokasi peristiwa ini tepatnya terjadi di Jalan Tol Cipularang KM. 91.200 Jalur B (Bandung arah Jakarta) Desa Cibodas, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Dalam kronologi yang dirilis oleh Kasat Lantas Polres Purwakarta, mulanya truk bernomor polisi B 9763 UIT bermuatan tanah datang dari arah Bandung menuju Jakarta.
Pada saat di lokasi kejadian, di jalan lurus menurun telah hilang kendali kemudian terbalik.