Seleksi Pimpinan KPK
Di Mata Najwa, Pansel KPK Ini Meradang Disebut ICW Anti Kritik: Kalau Mau Teriak, Jadi Suporter Saja
Pansel Calon Pimpinan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Hendardi meradang saat Peneliti ICW menuding Pansel Capim KPK resistensi.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Anggota Panitia Seleksi (pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Hendardi meradang saat Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana menuding Pansel Capim KPK resistensi terhadap tanggapan masyarakat.
Kurnia saat itu mengkritik bahwa Pansel KPK wajib mengumumkan hasil pemilihan capim KPK kepada publik, bukan hanya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu terjadi saat keduanya menjadi narasumber dalam program Mata Najwa yang bertajuk 'Hidup Mati KPK', dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (29/8/2019).
Mulanya Kurnia mengatakan ada sejumlah poin yang dikeluhkan kepada Pansel KPK, termasuk adanya capim KPK yang ditemukan bermasalah, namun tetap lolos.
Hendardi menuturkan bahwa hal itu baru menjadi dugaan namun telah diungkapkan ke publik.
"Ini mulai dengan dugaan, dugaan terhadap ini, terhadap ini, nah mereka ngomong di publik. Dengan diuji di publik ini kan mereka sudah ngomong di publik yang artinya itu bisa jadi bahan Anda," ujar Hendardi.
Ia pun menuturkan jika memang ada dugaan kebohongan, sebaiknya langsung dituntut.
"Kalau Anda merasa dia bohong, gugat ajalah, kenapa sih pusing amat. Saya enggak mau belain siapapun," paparnya.
• Roby Capim KPK Sebut Banyak Pejabat Tak Tenang Bekerja karena KPK, Najwa Shihab Kaget dan Tanya Ini

• Najwa Shihab Kaget Capim KPK Roby Arya Sebut KPK Buat Mandeg Pemerintahan: Tidak Bermanfaat?
Najwa Shihab yang menjadi presenter pun menanyakan apakah tak ada klarifikasi dari Pansel KPK.
"Saya mau tanya, kalau misalnya itu dirasa bohong, apakah pansel tidak punya misalnya kewajiban untuk cerita ke masyarakat untuk mengklarifikasi kebohongan itu?," tanya Najwa Shihab.
Hendardi lantas mengatakan ia bersama pihaknya telah meminta masukan dari seluruh lembaga.
"Saya mau cerita, pertama, kami menjaring berbagai pandangan, dari mulai kami belum diterima presiden nih, kami sudah undang, kami datang ke 8 lembaga negara untuk mereka membantu tracking, kami mengundang ICW, segala macam untuk kami undang memberikan masukan," ujar Hendardi.
Ia menyebut ada seorang dari ICW yang telah datang untuk memberi masukan.
"Lalu kami sosialisasi ke daerah, contohnya yang saya uji Luthfi kurniawan itu dari Malang Corruption Watch, tapi apa yang terjadi, ya orang dari ICW ini, dari lembaga anti korupsi, enggak ada yang mendaftar," ungkapnya.
• Sudah Tiga Kali Ikuti Uji Seleksi Pimpinan KPK, Roby Arya Sebut Lebih Ketat daripada Sebelumnya
Hendardi mengaku senang ada yang dari Malang turut mendaftar.
"Yang mendaftar dari Malang sana. Makanya saya bilang tadi, 'saya bangga Anda mendaftar karena kebetulan saya yang sosialisasi ke Malang, dan Anda mendaftar' jadi selemah-lemahnya iman saya dia datang juga mendaftar," sebutnya.
"Sementara yang lain, cuma teriak-teriak. Kalau mau teriak-teriak aja, kalau mau teriak jadi suporter Persija," kata Hendardi.
Kurni mengengar hal itu lantas memprotes bahwa tak sepatutnya Hendardi mengatakan ucapan tersebut.
"Ketika menyebutkan suporter bola, itu Pak Hendardi itu medelegitimasi masyarakat yang ingin memberikan (kritik) kepada pansel," paparnya.
"Harusnya Pak Hendardi sebagai Pansel tidak mengutarakan hal itu. Itulah masyarakat memberikan masukan," protesnya.

Hendardi menanggapi hal itu dan mengaku tak tahu apa yang diinginkan ICW.
"Saya mengundang mereka, teman-teman ini (tidak) untuk mendaftar, tetapi orang lain masuk tapi sewot. Enggak ngerti saya maunya apa," ucap Hendardi kesal.
"Itu kan fungsi kontrol dari masyarakat. Ini menunjukkan anti kritik," potong kembali Kurnia.
"Saya sudah melakukan ini puluhan tahun mas," jawab Hendardi lagi.
"Bukan persoalan puluhan tahun tapi faktanya hari ini, masyarakat memberikan kritik, Pak Hendardi ini resisten," tegas Kurnia kembali.
"Anda yang resisten terhadap calon yang masuk itu," balas Hendardi kembali.
• Sosok Irjen Firli, Capim KPK dari Polri yang Ditolak 500 Pegawai, Mengapa?
Lihat videonya dari menit awal:
ICW Buat Petisi
Sebanyak 69.269 warganet menandatangani petisi berjudul "Presiden Jokowi, Coret Capim KPK Bermasalah" di situs Change.org.
Jumlah penanda tangan petisi itu berdasarkan data terakhir pukul 18.10 WIB, Kamis (29/8/2019).
Petisi ini dibuat oleh peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana.
"Sudah tau kalau sekarang sedang berlangsung proses pemilihan Pimpinan KPK? Agenda ini sangat penting lho! Karena bagaimanapun proses ini akan menentukan masa depan pemberantasan korupsi untuk empat tahun ke depan," tulis Kurnia dalam petisi sebagaimana dilansir dari situs Change.org, Kamis (96/8/2019).

(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)
WOW TODAY