Seleksi Pimpinan KPK
Di Mata Najwa, Pansel KPK Ini Meradang Disebut ICW Anti Kritik: Kalau Mau Teriak, Jadi Suporter Saja
Pansel Calon Pimpinan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Hendardi meradang saat Peneliti ICW menuding Pansel Capim KPK resistensi.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Ananda Putri Octaviani
"Yang mendaftar dari Malang sana. Makanya saya bilang tadi, 'saya bangga Anda mendaftar karena kebetulan saya yang sosialisasi ke Malang, dan Anda mendaftar' jadi selemah-lemahnya iman saya dia datang juga mendaftar," sebutnya.
"Sementara yang lain, cuma teriak-teriak. Kalau mau teriak-teriak aja, kalau mau teriak jadi suporter Persija," kata Hendardi.
Kurni mengengar hal itu lantas memprotes bahwa tak sepatutnya Hendardi mengatakan ucapan tersebut.
"Ketika menyebutkan suporter bola, itu Pak Hendardi itu medelegitimasi masyarakat yang ingin memberikan (kritik) kepada pansel," paparnya.
"Harusnya Pak Hendardi sebagai Pansel tidak mengutarakan hal itu. Itulah masyarakat memberikan masukan," protesnya.

Hendardi menanggapi hal itu dan mengaku tak tahu apa yang diinginkan ICW.
"Saya mengundang mereka, teman-teman ini (tidak) untuk mendaftar, tetapi orang lain masuk tapi sewot. Enggak ngerti saya maunya apa," ucap Hendardi kesal.
"Itu kan fungsi kontrol dari masyarakat. Ini menunjukkan anti kritik," potong kembali Kurnia.
"Saya sudah melakukan ini puluhan tahun mas," jawab Hendardi lagi.
"Bukan persoalan puluhan tahun tapi faktanya hari ini, masyarakat memberikan kritik, Pak Hendardi ini resisten," tegas Kurnia kembali.
"Anda yang resisten terhadap calon yang masuk itu," balas Hendardi kembali.
• Sosok Irjen Firli, Capim KPK dari Polri yang Ditolak 500 Pegawai, Mengapa?
Lihat videonya dari menit awal:
ICW Buat Petisi
Sebanyak 69.269 warganet menandatangani petisi berjudul "Presiden Jokowi, Coret Capim KPK Bermasalah" di situs Change.org.
Jumlah penanda tangan petisi itu berdasarkan data terakhir pukul 18.10 WIB, Kamis (29/8/2019).