Breaking News:

Trending Mati Lampu

BREAKING NEWS: Jakarta Mati Lampu Lagi, Padam Gangguan 276 Wilayah, Cek Lokasinya di Sini

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) kembali mengalami gangguan mati listrik di beberapa wilayah.

Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Lailatun Niqmah
pelita.plnjaya.co.id/pelita/
Jakarta Mati Lampu Lagi 

TRIBUNWOW.COM - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) kembali mengalami gangguan mati listrik di beberapa wilayah.

Dikutip TribunWow.com dari laman Peta Listrik Jakarta (Pelita) pelita.plnjaya.co.id, mati listrik tersebut terjadi di 276 wilayah DKI Jakarta, Rabu (28/8/2019) pukul 15.40 WIB.

Dari data yang ditampilkan, rata-rata sebagian besar wilayah yang mati listrik diestimasi akan menyala dalam 3 jam ke depan.

Beda Reaksi Masyarakat Jakarta dan Kaltim soal Ibu Kota Pindah, Lihat Hasil Survei serta Alasannya

Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait soal mati listrik di sejumlah wilayah di DKI Jakarta.

Anda dapat mengecek lokasi yang padam dan estimasi waktu menyalanya di Sini.

Sementara itu, tagar 'matilampulagi' lantas menjadi trending di media sosial Twitter.

Sejumlah warga pun memberikan informasi soal mati lampu terjadi di wilayah mana saja.

Dilansir oleh TribunWow.com, pengguna media sosial Twitter beramai-ramai mengeluhkan soal mati lampu di wilayah DKU Jakarta tersebut.

Seperti akun @lovaticaldi, "Jakarta #matilampulagi ?? oh lagi latihan jadi daerah kampung."

"Jakarta dilatih menjadi orang kampung dengan #matilampulagi #matilampujakarta," tulis akun @a_moneter.

"Tomang jakarta barat #matilampulagi," kata akun @ddiiaannMR.

"#matilampulagi bintaro sektor 3A, pondok ranji , dan sekitarnya!!," ucap akun @RasyiddinH.

Jokowi Sempat Marahi PLN soal Mati Lampu di Jakarta

Diketahui, beberapa waktu lalu, DKI Jakarta juga mengalami mati lampu yang membuat heboh publik, lantaran berlangsung dalam jangka cukup panjang.

Presiden Jokowi tampak marah kepada jajaran direktur PLN saat menyambangi kantor pusat PLN di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019).

Awalnya Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani, menjelaskan detail soal penyebab matinya listrik di sebagian besar wilayah Pulau Jawa dan Bali.

Mendengar penjelasan tersebut, Presiden Jokowi menyemprot Sripeni Inten Cahyani.

Soal Penyebab Mati Lampu, Praktisi Energi Tri Mumpuni: PLN Ini Ambigu

Kejadian tersebut terjadi saat Jokowi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, serta Kepala Badan Siber dan Sandi Negara ( BSSN) Hinsa Siburian mendatangi kantor pusat PLN di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019).

Mulanya Jokowi mengatakan PLN semestinya memiliki rencana cadangan dalam menghadapi permasalahan.

"Pemadaman total Minggu kemaren dan dalam menajemen besar seperti PLN, ini mesti menurut saya ada tata kelola risiko-risiko yang dihadapi, dengan manajemen besar, tentu saja ada back up plan," ucap Jokowi dikutip TribunJakarta.com dari tayangan langsung Kompas TV.

"Pertanyaan saya kenapa itu tidak dikerjakan dengan cepat dan baik," tambahnya.

 

Jokowi menjelaskan di tahun 2002 peristiwa mati listrik sepulau Jawa dan Bali juga pernah terjadi.

Ia menyayangkan mengapa PLN tak menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran di 2019 ini.

"Saya tahu peristiwa seperti ini pernah kejadian di tahun 2002, 17 tahun lalu di Jawa dan Bali," ucap Jokowi.

"Mestinya itu bisa dipakai sebagai sebuah pelajaran, jangan sampai kejadian."

"Namun malah terjadi lagi," tambahnya.

Presiden ketujuh itu mengatakan, peristiwa mati listrik ini dapat merusak reputasi PLN di mata publik.

Pasalnya para konsumen sangat dirugikan, ditambah mati listrik juga menganggu kelancaran transportasi umum.

"Kita tahu ini bisa merusak reputasi PLN tapi terutama konsumen banyak dirugikan, tapi juga transportasi umum bahaya sekali, MRT misalnya," kata Jokowi.

Tagar 'Mati Lampu' trending di Twitter Indonesia, Minggu 4 Agustus 2019. Sejumlah daerah mengalami mati listrik.
Tagar 'Mati Lampu' trending di Twitter Indonesia, Minggu 4 Agustus 2019. Sejumlah daerah mengalami mati listrik. (TribunnewsWiki/Panji Yudantama)

Jokowi menegaskan ia ingin mendengar penjelasan langsung dari Sripeni Inten Cahyani terkait mati listrik yang merugikan banyak pihak ini.

"Oleh sebab itu pagi ini saya mau mendengar langsung tolong disampaikan yang simpel-simpel aja," kata Jokowi.

"Kalau ada hal yang kurang bla-blakan saja," tambahnya.

Sripeni Inten Cahyani kemudian menjelaskan secara panjang lebar terkait penyebab mati listrik dan usaha apa saja yang telah dilakukan PLN.

Tagar 'matilampulagi' masuk dalam trending Twitter, Rabu (28/8/2019).
Tagar 'matilampulagi' masuk dalam trending Twitter, Rabu (28/8/2019). (Twitter.com)

Jokowi kemudian menganggap penjelasan tersebut tak menjawab pertanyaan yang ia ajukan.

Ia lantas mengatakan sebagai pihak yang sudah berurusan dengan listrik selama bertahun-tahun, apakah PLN sebelumnya tak memperhitungkan sehingga peristiwa mati listrik ini dapat kembali terjadi.

"Panjang sekali ya, pertanyaan saya bapak-ibu semua ini kan pintar-pintar apalagi urusan listrik dan sudah bertahun-tahun," kata Jokowi.

YLKI Wadahi Aduan Konsumen PLN yang Rugi karena Mati Lampu: Kami Pernah Gugat KAI, Menang Sebagian

"Apakah tidak dihitung? Apakah tidak dikalkulasi?"

"Bahwa akan ada kejadian ini sehingga kita tahu sebelumnya," tambahnya.

Jokowi menilai mati listrik di Pulau Jawa dan Bali pada Minggu 4 Agustus 2019, menandakan PLN tak melakukan perhitungan matang dalam menjalankan tugasnya.

"Kalau tahu drop artinya pekerjaan yang ada tidak dihitung," ucap Jokowi.

"Dan itu betul-betul merugikan kita semua," tambahnya.

Pascameluapkan kemarahannya Jokowi pun langsung meninggalkan ruangan. 

(TribunWow.com/Tribun Jakarta)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Jelaskan Detail Soal Mati Listrik, Dirut PLN Disemprot Jokowi: Bapak Ibu Pinter, Apa Tak Dihitung?

WOW TODAY:

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Mati LampuBintaroTrending TwitterMati Listrik
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved