Terkini Daerah

Kecam Rasisme, Paguyuban Keluarga Jawa Timur di Manokwari: Cucu Saya bahkan Sudah Berdarah Papua

Paguyuban Keluarga Jawa Timur di Manokwari Kecam Keras Rasisme Warga Papua

Kecam Rasisme, Paguyuban Keluarga Jawa Timur di Manokwari: Cucu Saya bahkan Sudah Berdarah Papua
Tribun Timur/Fahrizal Syam
Paguyuban keluarga Jawa Timur di Manokwari, Papua Barat, mengecam keras tindakan rasisme dan kekerasan yang menimpa mahsiswa Papua, di Jawa Timur. 

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com dari Manokwari, Fahrizal Syam

TRIBUNWOW.COM - Paguyuban keluarga Jawa Timur di Manokwari, Papua Barat, memberikan kecaman keras atas tindakan rasisme dan kekerasan yang menimpa mahasiswa Papua, di Jawa Timur.

Menurut Paguyuban keluarga Jawa Timur di Manokwari, tindakan tersebut telah mencederai persatuan dan persaudaraan yang sudah dibangun warga Jawa Timur dan Papua, terkhusus yang berada di Manokwari.

Koordinator Paguyuban Jawa Timur di Manokwari, Slamet mengungkapkan, selama puluhan tahun menetap di Manokwari, Ia merasa mendapat perlakuan yang sangat baik dari masyarakat Papua.

Warga Papua Gelar Aksi 1.000 Lilin sebagai Simbol Perdamaian, Harap Tak Ada Lagi Diskriminasi

"40 tahun saya di sini, mereka warga Manokwari sangat baik sekali. Saya mengharapkan warga di Jawa Timur sana, jangan membuat sesuatu yang dapat merusak persaudaraan ini," kata Slamet, Jumat (24/8/2019).

"Jangan terlalu menjelekan saudara saya warga Papua, yang sudah saya anggap keluarga sendiri. Banyak warga Jawa Timur di sini, jangan sekali-sekali menjelekkan, karena kita semua saudara," tambah pria asal Jombang, Jawa Timur ini.

Ketua Paguyuban Arema Malang Manokwari, M Hanafi menambahkan, sejak tahun 1975 Ia mulai bekerja di tanah Papua, dan selama itu hubungan mereka sangat baik.

"Selama ini kami di sini hidup berdampingan dengan saudara, sangat erat, tak ada gesekan dan intimidasi. Cucu saya bahkan sudah berdarah Papua," kata Hanafi.

Hanafi mengecam keras aksi rasisme yang dilakukan orang tak bertanggung jawab di Jawa Timur.

"Kami kecam keras kejadian itu. Jangan sampai terulang lagi. Kita tak mau diadu domba, karena terus terng kami hidup rukun di sini. Mereka harus dikecam karena memecah belah persaudaraan. Kita berdoa, mudah-mudahan kita bisa merajut kembali sebagai keluarga besar Papua," harapnya.

Soal Kerusuhan Papua, Meutia Hatta Sebut Adanya Kesalahpahaman hingga Provokasi Luar Negeri

Ia juga meminta aparat kepolisian dapat menindak tegas pelaku rasisme dan kekerasan di Jawa Timur, yang menyebabkan beberapa daerah di Papua bergejolak.

"Intinya ini harus ditindak tegas dan jangan dibiarkan karena dapat mengganggu kedaulatan NKRI. Jangan sampai terulang lagi," ucap dia.

Menurut Hanafi, di Manokwari terdapat ratusan keluarga Jawa Timur, yang terbagi dalam beberapa paguyuban kabupaten.

Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai wiraswasta, dan sebagiannya bekerja di kantor pemerintahan (tribun-timur.com)

WOW TODAY

Ikuti kami di
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: Tribun Timur
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved