Alasan Para Pendaki Sering Dengar Suara Aneh saat Naik Gunung, Tak Ada Hubungannya dengan Hal Mistis
Mendaki gunung memang kegiatan yang penuh dengan risiko. Selain medan yang terjal, kita juga tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi di alam.
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Mendaki gunung memang kegiatan yang penuh dengan risiko.
Selain medan yang terjal, kita juga tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi di alam.
Saat mendaki pun terkadang kita mendengar suara-suara aneh yang membuat bulu kuduk merinding.
Suara-suara aneh tersebut sering dikaitkan dengan peristiwa pendaki yang tersesat atau kecelakaan.
• Sedah Mirah Cucu Jokowi Rayakan Pesta Ulang Tahun di Hotel, Lihat Potret Kemeriahan Acaranya
Memang, setiap gunung memiliki sisi mistis tersendiri.
Namun, suara-suara aneh yang kita dengar saat mendaki belum tentu terkait dengan hal menyeramkan itu.
Kejadian ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Dr Hermann Burgger, pimpinan Institute of Mountain Emergency Medicine di Eurac Research Italy, mengungkap atmosfer dan ketinggian gunung dapat membuat orang-orang mengalami fase ‘gila’ sesaat.
Semakin tinggi posisinya di gunung, para pendaki akan semakin mudah menangkap suara-suara misterius, yang entah berasal dari mana.
Hal ini disebabkan karena pendaki mengalami psikosis, alias gangguan mental yang membuat seseorang sulit membedakan mana kenyataan dan mana halusinasi.
Orang yang mengalami psikosis cenderung tidak sadar dengan apa yang terjadi pada diri mereka saat itu.
• Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Bupati Sampang Mengaku Kecolongan
Selain efek psikosis, para ahli meyakini suara-suara misterius saat naik gunung juga berhubungan dengan penyakit ketinggian alias altitude sickness.
Penyakit ketinggian adalah kondisi yang biasa menyerang pendaki gunung pada ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut.
Altitude sickness umum terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen sehingga menyebabkan pusing, mual, dan gangguan keseimbangan.
Semakin tinggi kita mendaki, semakin sedikit kadar oksigen yang tersedia.
Ketika tubuh kekurangan oksigen, aliran darah menuju otak menjadi berkurang dan membuat seseorang hilang fokus.