Rusuh di Papua

Di Mata Najwa KontraS Singung Kasus Kemanusiaan di Papua: Kita Lihat Apa yang Dilakukan Jakarta

Sekjen Federasi KontraS, Andy Irfan Junaedi menyinggung mengenai kasus kemanusiaan yang terjadi di Papua. Di Nduga, ada ratusan pengungsi meninggal.

Di Mata Najwa KontraS Singung Kasus Kemanusiaan di Papua: Kita Lihat Apa yang Dilakukan Jakarta
Tangkapan Layar YouTube Najwa Shihab
Sekjen Federasi KontraS, Andy Irfan Junaedi menyinggung mengenai kasus kemanusiaan yang terjadi di Papua. Di Nduga, ada ratusan pengungsi meninggal. 

"Jakarta belum melihat Papua dengan pendekatan itu. Papua memiliki tingkat kekerasan yang panjang. Papua punya cerita berbeda dibanding provinsi yang lain. Kalau Papua disamakan, maka kita akan terjebak di cerita yang sama," paparnya.

Ia lalu menyinggung kasus HAM yang terjadi di Papua.

"Isu separatisme muncul itu bukan yang tahu-tahu muncul. Itu tersumbatnya beragam persoalan tanpa penyelesaian. Coba kita tengok kasus kejahatan HAM. Berapa yang mandek?," tanya Andy.

Federasi Kontras Sebut Pembangunan Jalan Trans Papua Tak Selesaikan Masalah: Siapa yang Butuh?

Disebutkan satu kasus yang terjadi di Papua yakni di Nduga.

"Besok kita akan lihat apa yang dilakukan Jakarta terhadap kasus kemanusiaan di Nduga? Ada ribuan orang Wamena mengungsi, apa yang dilakukan Jakarta?," sindirnya.

Najwa Shihab tampak mengangguk kecil mendengar ucapan Andy tersebut.

Najwa terdiam saat Sekjen Federasi KontraS, Andy Irfan Junaedi membeberkan fakta mengenai jalan Trans Papua.
Najwa terdiam saat Sekjen Federasi KontraS, Andy Irfan Junaedi membeberkan fakta mengenai jalan Trans Papua. (Youtube Mata Najwa)

Dijelaskan Andy, bahwa Papua membutuhkan guru, bukan senjata.

Bahkan ia menyinggung jika masyarakat non Papua yang datang ke Papua Human Development Index (Indeks Pembangunan Manusia) lebih meningkat dibanding masyarakat Papua sendiri.

"Yang dikirim tentara, orang Papua butuh guru. Bukan butuh senjata. Orang Papua butuh ilmu, bukan dicaci. Itu yang penting," ungkapnya.

Ungkap Alasan Mahasiswa Papua Tolak Risma hingga Fadli Zon, KontraS: Mau Kasih Apa? Perjelas Dulu

"Atau kita cek hasil pembangunan, Human Development Index di Papua, orang Papua asli HDI-nya rendah. Orang non-Papua yang datang ke Papua HDI-nya meningkat. Itu fakta," sebut Andy.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Mohamad Yoenus
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved