Terkini Daerah

Santri di Ponpes Mojokerto Meninggal dengan Tengkorak Pecah dan Leher Patah, Diduga Dianiaya Senior

Santri bernama berinisial meninggal dunia di RSI Sakinah Mojokerto meninggal dunia dengan tulang leher patah dan tengkorak pecah, diduga dianiaya.

Santri di Ponpes Mojokerto Meninggal dengan Tengkorak Pecah dan Leher Patah, Diduga Dianiaya Senior
Takasuu via Kompas.com
Ilustrasi kekerasan 

TRIBUNWOW.COM - Seorang santri berinisial AR (16) yang bersekolah di Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba'ul Ulum Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, meninggal dunia di RSI Sakinah, Mojokerto, pada Selasa (20/8/2019).

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Kamis (22/8/2019), hasil otopsi pihak kepolisian menyebutkan tulang leher AR patah dan tengkoraknya dalam kondisi pecah.

Diketahui AR merupakan warga Desa Sepanjang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

AR diduga mengalami penganiayaan yang diduga dilakukan oleh santri seniornya.

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyanto menyebutkan tulang tengkorak bagian belakang kepala AR dalam kondisi pecah.

Dua Hari Jelang Pernikahan, Gadis Aceh Gantung Diri di Kusen Pintu Kamar, Tinggalkan Surat Wasiat

Temuan luka itu didapat setelah proses otopsi di RS Bhayangkara, Porong, Sidoarjo.

Penyidik yang tergabung dalam Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) saat ini masih melakukan pendalaman kasus ini.

"Dari hasil autopsi, akibat luka di kepala, tengkorak belakang pecah. Itu hasil autopsi ya sehingga kami cari penyebabnya kenapa," ungkap Setyo di Mapolres Mojokerto, Rabu (21/8/2019).

Lantaran masih mendalami kasus ini, maka pihak kepolisian belum bisa menetapkan siapa yang paling bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Diduga karena Idap Penyakit, IRT di Palembang Tewas Gantung Diri di Dalam Sumur

Maka dari itu Polres Mojokerto meminta waktu untuk bisa mengungkap siapa tersangkanya.

"Ini masih tahap prarekontruksi karena menghilangkan nyawa seseorang itu harus jelas perannya, jelas sebab kematiannya, dan sebagainya. Jadi, kami masih dalami ini. Kami mohon waktu," terang Setyo.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Lailatun Niqmah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved