Kerusuhan di Manokwari
Dipicu Kerusuhan di Manokwari, Lapas di Sorong Dibakar Massa hingga 90 Persen, Sebagian Napi Kabur
Diawali kerusuhan di Manokwari akibat protes tindakan rasisme, lapas di Sorong ikut dibakar massa hingga hangus 90 persen. Bandara juga dirusak.
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sebagian Kerusakan di Manokwari
Berdasarkan laporan wartawan Tribun-Timur.com, Senin (19/8/2019) para pedagang yang tokonya dibakar dan warungnya dijarah hanya bisa pasrah.
Setelah memblokir jalan utama, massa mulai membakar toko, warung, dan rumah yang mereka lalui di sekitar Saggung, satu di antara pusat perdagangan terbesar di Manokwari.
Haji Syahruddin Makki (56), warga yang berdagang di Pasar Manokwari menceritakan massa yang semakin tak terkendali.
Menurut Syahruddin Makki yang menjadi Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), sekitar pukul 13.00 WIT, massa mulai menjarah dan membakar pertokoan.
• Kerusuhan di Manokwari, Mabes Polri Bongkar Penyebab: Ini Gara-gara Video yang Viral di Medsos
“Toko, warung yang ada di pinggir jalan sudah dijarah, lalu banyak yang dibakar,” kata Syahruddin Makki, melalui sambungan ponsel.
Syahruddin Makki menyebut banyak pedagang yang sebagian besar adalah pendatang lebih memilih pasrah.
“KIta tak bisa apa-apa lagi, pasrah saja. Massa betul-berul marah dengan kejadian di Surabaya dan komentar-komentar nasional,” kata Syahruddin Makki.
Syahruddin Makki menceritakan massa yang turun ke jalanan secara bergerombol berjumlah ratusan orang dan berjalan ke Gedung DPRD serta kantor Gubernur.
• Kerusuhan di Manokwari, Aparat Diserang hingga Kapolda Papua Barat dan Pangdam Diamankan
Syahruddin Makki menyebut sekitar 3000-an warga KKSS yang berada di Pasar Sanggung, di sepanjang Jalan Yos Sudarso dan sekitar Gedung DPRD Papua Barat sudah meninggalkan rumah dan toko mereka.
Tak hanya membakar Gedung DPRD, kantor gubernur yang lama pun juga sudah dibakar.
“Kantor gubernur lama juga sudah dibakar tadi,” kata Syahruddin Makki.
Diketahui jumlah warga KKSS di Manokwari hingga 2019 ini terhitung sudah 22 ribu dan sebagian besar berdagang di pasar.

Kerusuhan Sudah Mereda
Diketahui, kerusuhan di Manokwari merupakan aksi protes warga, di antaranya karena perlakukan ormas dan aparat keamanan yang diduga menghina mahasiswa Papua di Malang, Surabaya, dan Semarang.