HUT Kemerdekaan RI

Detik-detik Penyusunan Teks Proklamasi Indonesia, Perwira Tinggi Jepang Terancam Hukuman Gantung

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terjadi pada 17 Agustus 1945. Terdapat hal cukup menegangkan pada detik-detik penyusunan teks proklamasi.

Detik-detik Penyusunan Teks Proklamasi Indonesia, Perwira Tinggi Jepang Terancam Hukuman Gantung
(KOMPAS/KARTONO RYADI)
Pada 16 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengadakan rapat luar biasa di rumah perwira tinggi Angkatan Laut Jepang, Laksamana Maeda untuk menyusun teks proklamasi. 

TRIBUNWOW.COM - Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terjadi pada 17 Agustus 1945.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Jumat (16/8/2019), terdapat hal cukup menegangkan pada detik-detik penyusunan teks proklamasi.

Pada 16 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengadakan rapat luar biasa di rumah perwira tinggi Angkatan Laut Jepang, Laksamana Maeda untuk menyusun teks proklamasi.

Rumah Laksamana Maeda berada di Meiji Dori yang sekarang berubah nama menjadi Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta Pusat

Hal itu cukup menegangkan mengingat Laksamana Maeda merupakan perwira tinggi dari Jepang.

 

Jadi Paskibra HUT ke-74 RI, Audry Justru Hilang Tanpa Jejak, Orangtua Ungkap Sejumlah Keanehan

Deretan 50 Ucapan Selamat Kemerdekaan ke-74 RI, Cocok Dibagikan Lewat WA, IG, dan FB

Laksmana Maeda terancam mendapat hukuman gantung dari Sekutu lantaran memberikan izin tokoh-tokoh kemerdekaan untuk mempersiapkan proklamasi.

Pada waktu itu, sebagaimana diketahui Jepang kalah dari Sekutu.

Indonesia berstatus quo hingga tentara Sekutu yang dipimpin oleh Inggris datang.

Sementara itu, rumah Laksamana Maeda dipilih lantaran Laksamana Maeda sendiri memiliki kedekatan dengan satu di antara anggota PPKI, Achmad Soebardjo.

Kedekatan tersebut membuat Laksamana Maeda lebih melunak terhadap keinginan Indonesia untuk merdeka.

Link Download Lagu Kemerdekaan Republik Indonesia, Mulai Indonesia Raya hingga Bagimu Negeri

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Mohamad Yoenus
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved