Breaking News:

Terkini Daerah

Polres Singkawang Bantu Kepulangan Wanita yang Diduga Jadi Korban TPPO, Kerap Alami Kekerasan

Polres Singkawang membantu kepulangan seorang wanita asal Kalbar yang diduga menjadi korban Tindak Perdagangan Orang dari China ke Indonesia

desastre.mx
Ilustrasi kekerasan pada wanita 

TRIBUNWOW.COM - Polres Singkawang membantu kepulangan seorang wanita inisial YS (26) warga Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari China (Tiongkok) ke Indonesia.

Semua berawal dari laporan korban yang masuk ke pengaduan Polres Singkawang sekitar sepekan yang lalu melalui akun Facebook Humas Polres Singkawang.

Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi membenarkan hal ini.

Gus Yasin Ungkap Amalan Mbah Moen yang Ingin Meninggal di Makkah

Korban telah dijemput langsung oleh Kasat Reskrim Polres Ketapang bersama petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di Jakarta.

Bahkan informasi yang diperoleh sudah ada pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga menjadi mak comblang dari korban tersebut.

"Saat ini sudah diproses," tuturnya.

Kapolres menjelaskan proses pemulangan YS.

Pihaknya koordinasi dengan instansi terkait sehingga korban berhasil dipindahkan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Korban ditampung sementara di KBRI sambil menunggu administrasi untuk kepulangan ke Indonesia.

Dalam proses pemulangannya, koordinasi juga dilakukan pada Polres Ketapang.

"Sekarang ini posisi yang bersangkutan sudah di Pontianak," ceritanya.

Menurut cerita korban, ia kerap kali mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Pukulan sering diterima dari suaminya.

Sosok Leony, Driver Ojol yang Viral karena Lulus Cumlaude di Undip, Pernah Juara Debat Nasional

Korban merasa tersiksa akibat kekerasan yang menyebabkan luka di tangan dan kepala dan beberapa memar di bagian tubuhnya.

Tak tahan menerima perlakuan kasar, korban lantas melapor ke Polres Singkawang karena sebelumnya pernah menangani kasus yang serupa.

"KDRT dialami korban sekitar 4 bulan belakangan sejak menikah dan tinggal di sana kurang lebih satu tahun," ceritanya.

Kepergian korban ke Tiongkok bermula dari perkenalan dengan mak comblang di Kabupaten Ketapang.

Ia dijanjikan mendapat kehidupan yang layak bila menikah di sana.

Namun setelah menikah, ternyata apa yang diceritakan Mak comblang itu tidak benar.

Meski begitu pihak keluarga mendapatkan sejumlah uang sekitar puluhan juta dari pernikahan tersebut.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved