Kongres PDIP 2019
Saat Megawati Minta Jatah Menteri Banyak pada Kongres PDIP, Bagaimana Jawaban Jokowi?
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan permintaan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri soal jatah menteri.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
"Orang yang enggak dapat saja minta!," tegas Megawati.
Pada kesempatan itu, Megawati juga bercerita bahwa pihaknya sempat ditawati jatah menteri saat Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Selama 10 tahun memerintah, SBY disebut selalu memberikan tawaran kursi menteri.
Namun, Megawati secara konsisten menolak tawaran tersebut.
Akibat penolakan tersebut, banyak kader PDIP yang protes terhadapnya.
"Saya omong, kalau elo kepengin jadi menteri (dengan cara seperti itu-red), keluar dari PDIP. Ora patekhen (bahasa jawa saya takkan kehilangan, red)," ujarnya dikutip dari Tribunnews.com.
• 4 Hal Menarik dalam Kongres PDIP 2019: Ruhut Sitompul Jadi Rebutan Foto hingga Risma Naik Ojek
Bukan tanpa alasan Megawati meminta jatah mennteri, pasalnya PDIP telah membuat Jokowi menang Pilpres hingga dua kali.
Megawati Memberikan Candaan pada Prabowo Subianto:
Pada kongres tersebut, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri sempat menggoda Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Bahkan, Megawati Soekarnoputri membeberkan panggilan khusus darinya untuk Prabowo Subianto.
Awalnya, Megawati bercerita dirinya khawatir kalau Prabowo Subianto sempat berniat memindahkan markas Gerindra ke Jawa Tengah.
Sedangkan, Jawa Tengah merupakan provinsi dengan jumlah pemilih PDIP terbanyak di Indonesia.
Megawati berceloteh agar kader di Jawa Tengah jangan sampai kecolongan oleh Partai Gerindra.
"Yang menjadi barometer, makanya pindah posko ku bilang itu Jawa Tengah tempat bantengku."
"Jadi enggak bisa deh, tak suruh Banteng untuk ngluruk, serbuu gitu loh" seru Megawati dengan semangat dikutip TribunWow.com dari Channel Youtube tvOnenews, Kamis (8/8/2019).
• 4 Hal Menarik dalam Kongres PDIP 2019: Ruhut Sitompul Jadi Rebutan Foto hingga Risma Naik Ojek