Breaking News:

Terkini Daerah

Rabu Ini, Aria Bocah Obesitas Asal Karawang Bakal Jalani Operasi Pengangkatan Gelambir

Aria Permana, bocah yang sempat mengalami obesitas akan operasi pengangkatan gelambir di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung hari ini Rabu.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Aria Permana memperlihatkan kulit tubuhnya saat ditemui di rumahnya, Kampung Pasir Pining RT 002/01, Desa Cipurwasari, Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (15/6/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Aria Permana (13), bocah asal Karawang yang sempat mengalami obesitas, akan operasi pengangkatan gelambir di beberapa bagian tubuhnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, hari ini, Rabu (24/7/2019).

Sebelum operasi berlangsung, Aria Permana sudah melakoni perawatan selama satu minggu di RSHS.

Direktur Utama RSHS Bandung, Nina Susana Dewi, mengatakan Aria Permana sudah ada RSHS sejak 17 Juli 2019.

Tak Tahu Siapa yang Mendanai, Aria Bocah Obesitas Asal Karawang akan Jalani Operasi Lanjutan

Kedatangannya karena adanya keluhan gelambir di beberapa bagian tubuhnya.

"Aria Permana ini sempat mengalami obesitas sekitar 192 kilogram dan berhasil menurunkan berat badan menjadi sekitar 80 kilogram berkat diet dan menyempitkan lambung ," kata Nina Susana Dewi.

Aria Permana, pasien obesitas asal Karawang mendapat perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Selasa (23/7/2019). Bocah berusia 13 yang bobot tubuhnya pernah mencapai 192 kg dan sudah menyusut sekitar 106,5 kg itu, akan menjalani operasi bedah plastik tahap pertama yaitu mengangkat kulit bergelambir bagian lengan kanan dan kiri pada hari ini, Rabu (24/7/2019).
Aria Permana, pasien obesitas asal Karawang mendapat perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Selasa (23/7/2019). Bocah berusia 13 yang bobot tubuhnya pernah mencapai 192 kg dan sudah menyusut sekitar 106,5 kg itu, akan menjalani operasi bedah plastik tahap pertama yaitu mengangkat kulit bergelambir bagian lengan kanan dan kiri pada hari ini, Rabu (24/7/2019). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Operasi tersebut akan melibatkan tujuh departemen di antaranya spesialis bedah plastik, ahli gizi, anestesi, kulit, anak, dan departemen lainnya. Aria Permana sudah dirawat selama tujuh hari di RSHS.

Dida Akhmad Gurnida, selaku ketua tim dokter yang akan mengoperasi Aria Permana menambahkan bahwa perawatan selama tujuh hari tersebut bertujuan untuk perawatan kulit dan tahapan kebersihan kulit Aria Permana.

Operasi akan dilakukan secara bertahap.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, semua kondisi Aria Permana normal dan baik, tidak ada masalah sebelum operasi," kata Dida Akhmad Gurnida (23/7/2019).

Hasil Periksa Bocah Berbobot 101 Kg Asal Karawang, Dokter Ungkap Penyebab Obesitas

Selain itu, Hardy Siswo selaku dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi estetik menambahkan munculnya gelambir pada tubuh Aria Permana karena proses penurunan berat badan yang cukup drastis dan cepat.

Kepada dokter, Aria Permana mengaku merasa berat mengangkat tangannya.

Selain itu, pengangkatan gelambir ialah untuk pertimbangan estetik.

Hardy mengatakan kondisi tubuh yang bergelambir membuat Aria Permana minder.

"Ada empat bagian yang akan dilakukan tindakan operasi pengangkatan gelambir. Bagian pertama ialah lengan atas dan bawah, bagian kedua adalah payudara, bagian ketiga perut, dan bagian keempat ialah paha dan pinggang," katanya.

Keempat tahapan dan bagian operasi tersebut memerlukan waktu jarak operasi tiga hingga enam bulan. Artinya, setelah bagian lengan dioperasi, dibutuhkan waktu tiga hingga enam bulan untuk melanjutkan operasi ke bagian yang lain.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved