Terkini Daerah
Presenter TVRI di Sulawesi Tenggara Ditemukan Tewas, Pelaku Mengaku Sakit Hati pada Korban
Presenter TVRI di Sulawesi Tenggara ditemukan tewas mengenaskan di sebuah selokan. Pelaku mengaku membunuh karena sakit hati.
Penulis: AmirulNisa
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Seorang presenter Lembaga Penyiaran Televisi Republik Indonesia (TVRI) ditemukan tewas di dalam selokan di Jalan Syech Yusuf Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonda, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (21/7/2019).
Korban yang bernama Abu Saila alias Aditya (55) dibunuh oleh Achfi Suhasim (29) karena merasa sakit hati.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Senin (22/7/2019), korban ditemukan oleh warga dalam keadaan tewas dengan luka tusukan di perut, dahi, dan lengannya.
Penemu jenazah korban adalah Dija (40) warga sekitar lokasi kejadian.
Ia mengaku melihat sesuatu yang aneh di selokan, hingga akhirnya memutuskan untuk melihat lebih dekat.
• Fakta Istri Siram Suami dengan Air Panas, Cemburu Suami Nikah Lagi hingga Tak Berniat Membunuh
Ternyata di selokan tersebut terdapat mayat korban yang berlumuran darah.
"Saya langusng memberi tahu Pak RT yang memang seiring saya temui buang sampah," ucap Dija.
Dija dan warga setempat kemudian menghubungi pihak berwajib.
Korban ditemukan masih menggunakan pakaian lengkap, dengan celana pendek warna krem adn baju kaos hitam.
Pihak Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi menduga peresenter TVRI itu adalah korban pembunuhan.
"Saya sudah lihat kondisi tubuh jenazah, diduga pembunuhan. Di tubuhnya ada tusukan, robek di bagian perut, dahi dan jari tangan. Diduga pembunuhan, tapi kami masih lakukan penyelidikan dan mengejar pelaku," ucap AKBP Jemi Junaidi, Minggu (21/7/2019).
• Sedang di Perkebunan Sawit, 2 Orang Terduga Pembunuhan Mayat Tanpa Busana di Kalbar Diamankan Polisi
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan tersebut.
Pelaku berhasil diamankan saat berada di indekos kekasihnya, di Jalan Abunawas, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari Sulawesi Tenggara, Minggu sekitar pukul 13.45 Wita.
Motif yang diungkap pelaku yaitu karena sakit hati, pasalnya korban dianggap pernah melecehkan dirinya.
"Pelaku merasa sakit hati karena korban pernah melecehkan pelaku secara fisik. Soal dilecehkan bagaimana, kami masih selidiki lagi pelakunya," ucap AKBP Jemi Junaidi
