Breaking News:

Ibadah Haji

Petugas Imbau Jemaah Haji untuk Pakai Alas Kaki saat Beraktivitas di Luar Ruangan, Ini Alasannya

Petugas kesehatan haji Indonesia masih sering menemukan jemaah haji Indonesia yang tidak menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar ruangan.

Darmawan/MCH2019
Jemaah asal Ponorogo, Sumairi, kehilangan sandal di Masjid Nabawi dan langsung ditangani petugas sektor khusus di pintu 21. Kaki Sumairi melepuh karena panasnya Suhu udara di Madinah sehingga lantai Masjid Nabawi menjadi panas. Karena itu jemaah harus memakai alas kaki dan diminta untuk melepasnya saat berada di depan pintu masjid. 

TRIBUNWOW.COM - Petugas kesehatan haji Indonesia masih sering menemukan jemaah haji Indonesia yang tidak menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar ruangan.

Usai menjalankan shalat di masjid para jamaah juga ada yang tidak menggunakan alas kaki saat kembali ke penginapan.

Ada berbagai alasan para jemah tidak menggunakan alas kaki seperti lupa membawa, atau lupa tempat menyimpannya saat menjalankan ibadah.

Padahal alas kaki sangat berguna untuk melindungi telapak kaki dari panasnya jalanan di sekitar lokasi ibadah.

Kaki yang langsung menginjak jalan yang panas dapat menyebabkan kaki melepuh sehingga ibadah jadi tidak maksimal.

Demi Berangkatkan Haji sang Ibu, Pria Ini Naik Motor ke Mekkah dengan Anaknya yang Baru 4 Tahun

“Dari laporan di lapangan, para petugas sering ketemu jemaah yang tidak bersendal. Ini berisiko buat jemaah,” ucap dr.Linda Sunarsih, Koordinator Tim Promotif Preventif (TPP) 2019 melalui keterangan tertulisnya.

Sebagai langkah pencegahan, Tim Promotif Preventif (TPP) dan Tim Gerak Cepat (TGC) lamgsung memberikan sendal jepit secara gratis saat menemukan jemaah haji Indonesia yang tidak menggunakan alas kaki.

“Sandal dibeli dari dana Kemenkes sebagai komitmen Kemenkes dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi jemaah haji,” jelas Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes.

Agar tidak lupa menyimpan sandal jepit para jemaah juga disarankan membawa kantong kecil untuk tempat penyimpanan atau titip sendal ditempat penitipan.

Selain sandal jepit, para petugas kesehatan juga terus mengingatkan para jemaah haji Indonesia untuk membawa dan menggunakan alat perlindungan diri (APD) saat diluar ruangan seperti masker dan water spray.

41 Tahun Menabung, Tukang Bakso Keliling Ini Akhirnya Naik Haji

Suhu Panas Bisa Bikin Kaki Melepuh

Tak sedikit jemaah terutama yang sudah lanjut usia kakinya melepuh.

Seperti yang dialami Sumairi, Jemaah Haji asal Ponorogo Jawa Timur, saat ditemui petugas Media Center Haji, mengatakan lupa meletakkan sandalnya saat di Masjid Nabawi.

Jemaah Indonesia berusia lanjut seperti Sumairi ini masuk ke masjid membuka sandalnya tidak tepat di depan pintu, tapi saat posisinya masih jauh dari pintu masjid.

"Saya masuknya pintu 7 lha keluarnya di ujung dekat makamnya Rasul itu, soalnya orangnya oyok-oyokan (berdesakan Red), jadi ketinggalan sandalnya, saya memutar sampai pintu 21 ini," kata Sumairi.

Saat ditanya bagaimana kakinya? "Ya, gak ada keluhan apa-apa," katanya.

Padahal, saat ditangani petugas sektor khusus di pintu 21, kaki Sumairi melepuh karena panasnya suhu udara di Madinah sehingga lantai Masjid Nabawi menjadi panas.

Masjidil Haram Direnovasi, Kabid Perlindungan Jamaah Harap Tak Ganggu Jemaah untuk Ibadah Haji

Petugas mengingatkan, suhu udara Madinah di siang hari yang berkisar antara 35 – 45 derajat merupakan tantangan tersendiri bagi jemaah haji yang hendak melaksanakan Arbain di Masjid Nabawi.

"Jangan membuka alas kaki sebelum pintu masjid karena khawatir kakinya melepuh. Amankan alas kaki, jangan sampai hilang," ujar Komandan Tim Gerak Cepat (TGC) PPIH Arab Saudi 2019 dr Erwinsyah Erick.

Ia mengatakan karena suhu panas membuat lantai Masjid Nabawi menjadi panas.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved