Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia
Ditolak Garuda Indonesia dan 4 Universitas, Ini Kisah Sutopo sebelum Meninggal karena Kanker
Berikut ini kisah Sutopo sebelum meninggal dunia karena kanker paru-paru, ia sempat menuliskan pengalamannya yang ditolak Garuda Indonesia.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia pada Minggu (7/7/2019).
Sutopo meninggal dunia karena kanker paru-paru yang dialaminya sejak tahun 2017 lalu.
Sutopo dikenal masyarakat Indonesia karena dedikasinya pada warga sebagai orang yang terdepan mengabarkan bencana.
Selain itu, Sutopo juga terkenal aktif memakai media sosial sebagai alatnya menyampaikan informasi kebencanaan.
• Jokowi Bertemu dengan Rapper Rich Brian di Istana Bogor, Apa Saja yang Dibahas?
Tidak hanya memberikan kabar dan berita bencana, Sutopo Purwo Nugroho juga kerap menulis pesan, nasehat dan kata-kata mutiara.
Melalui akun Instagram @sutopopurwo, Sutopo pernah menulis nasehat khusus untuk anak muda.
Nasehatnya ini ditulis sebelum Sutopo menjalani pengobatan kanker paru-paru di China hingga akhirnya kini dia meninggal dunia.
Sutopo berpesan pada anak muda untuk tidak mudah menyerah.
Sebab, Sutopo sendiri pernah melamar kerja dan kuliah di beberapa tempat dan tidak langsung diterima.
Berikut ini pesan dan cerita Sutopo Purwo Nugroho untuk anak muda, selengkapnya:
• Tiba di Tanah Air Minggu Malam, Jenazah Sutopo Purwo Nugroho akan Dimakamkan di Boyolali
"Ada 2 periode waktu yang menakutkan selama hidup saya yaitu mencari universitas setelah lulus SMA dan mencari pekerjaan setelah lulus S1.
Mencari universitas negeri tidak mudah. Dihapusnya jalur PMDK atau undangan saat itu. Hanya ada satu peluang yaitu test SIPENMARU atau SBMPTN saat ini. Saya hanya mengikuti satu test itu. Tidak berani mendaftar swasta karena beayanya mahal saat itu. Akhirnya diterima di Fakultas Geografi UGM Yogyakarta. Ini pilihan ketiga. Itu pun kesasar karena salah informasi. Pilihan pertama Kedokteran Umum UGM dan kedua Manajemen UGM.
Akhirnya lulus S1 dengan predikat cum laude, tercepat, termuda. Menjadi mahasiswa teladan dan juara Lomba Karya Inovatif Produktif Tingkat Nasional.
Lalu masuklah periode menakutkan kedua yaitu cari pekerjaan. Hampir tiap hari kirim lamaran. Total 32 surat lamaran via kantor pos. Dari 32 lamaran:
- 2 dapat panggilan lalu test dan diterima, yaitu di BPPT dan PT Sumalindo Lestari Jaya.
- 2 dapat panggilan tapi test gagal yaitu Dosen Universitas Esa Unggul dan PT Garuda Indonesia.
- 3 dapat surat balasan isinya ditolak yaitu:
1. Dosen F. Geografi UGM Yogya
2. Dosen F. Geografi UMS Solo
3. Dosen Perikanan IPB Bogor
- 25 TIDAK ADA surat balasan dan tidak direspon.
Selama mencari pekerjaan, tidak semua perusahaan atau instansi besar yang saya lamar. Tapi perusahaan kecil bahkan konsultan pun saya lamar. Selama mencari pekerjaan itu banyak yang hanya PHP, diajak kesana kemari tapi akhirnya tidak ada kejelasan, dijanjikan dan lainnya.
Semua ini tercatat di block note 24 tahun yang lalu. Block note pemberiat teman di UI yang saya pakai buat catatan penting dan diary.
Jadi bagi anak-anak muda, Jangan putus asa. Salah milih jurusan atau belum dapat pekerjaan meski sudah banyak kirim lamaran. Tuhan punya rencana yang lebih baik untuk kita. Tuhan tidsk langsung mengabulkan doa kita seketika. Untuk itu sabar dan terus berikhtiar. Kita tidak tahu masa depan kita. Tapi kita harus terus belajar, tekun, semangat, sabar dan berdoa," tulis Sutopo Minggu (26/5/2019).
• Kisah Sutopo di Tengah Perjuangan Melawan Kanker dan Harapan untuk Bersalaman dengan Jokowi
Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia di Guangzhou, China pada Minggu (7/7/2019) pukul 02.20 waktu setempat.
Informasi duka tersebut beredar melalui pesan singkat WhatsApp.
"Iya, benar (informasi yang menyebutkan Bapak Sutopo meninggal dunia)," kata Kepala Subbagian Tata Usaha Pusdatinmas BNBP, Yahya Djunaid saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu.